AMBON, Siwalimanews –Â Warga Dusun Talaga, Desa Piru, Kabupaten SeÂram Bagian Barat, dibuat geger, setelah dua pria diÂtemukan tewas bersimbah darah di tempat berbeda, usai berjoget di acara pesÂta pernikahan yang digelar di Lapangan Sepak Bola dusun tersebut, Minggu (7/9) dini hari.
Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima di MaÂpolres Seram Bagian Barat, Senin (8/9) menyebutkan, korban pertama yang diteÂmukan adalah Muhamad Kadafi (29).
âKorban ini ditemukan bersimbah darah akibat luka tusuk di lorong rumah seorang warga bernama La Ongo, sekitar pukul 04.00 WIT. Belum diketahui siapa pelaku penikaman tersebut,â beber sumber yang enggan namanya dikorankan.
Beberapa jam kemudian kata dia atau sekitar pukul 06.00 WIT, korban kedua juga ditemukan atas nama Askar Rehalat (25). Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di belakang rumah seorang warga lain bernama La Domi.
âPenyebab tewasnya kedua korban masih dalam penyelidiÂkan. Belum ada saksi yang bersedia memberikan keteraÂngan,â beber sumber tersebut.
Terpisah, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli menjelaskan, kasus ini diduga berawal dari perkelahian yang berujung pada penikaman.
âBenar peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.40 WIT, usai pesta pernikahan (malam rimbi) di Lapangan Sepak Bola Dusun Talaga,â tulis kapolres dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Senin (8/9).
Peristiwa ioni terjadi berawal dimana terjadi perkelahian antara Muhammad Kadafi (29), dan Askar Rehalat (24) dan berujung penikaman terhadap Kadafi di bagian rusuk kiri yang dilakukan Askar dengan menggunakan pisau.
La Endo (35) yang melihat kejadian itu, mencoba berusaha menolong Khadafi, namun ia juga terluka di bagian tangan kiri.
âSetelah melakukan aksinya, pelaku (Askhar-red) melarikan diri ke arah SMP Negeri 11 SBB. Warga sempat melakukan pencarian, namun tidak menemukannya. Sekitar pukul 07.00 WIT, pelaku ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di belakang rumah warga Dusun Talaga,â jelas kapolres.
Untuk penyebab kematian dari Askhar sendiri, kata kapolres, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Sementara untuk tempat kejadian perkara (TKP) sudah diamankan, sekaligus meminta keterangan saksi, serta membawa kedua korban ke rumah sakit.
âSituasi saat ini di Dusun Talaga, sudah kondusif dan dalam pengawasan kepolisian,â tulis kapolres.
Hingga kini kata kapolres, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, guna mengungkap kronologi peristiwa secara utuh, termasuk penyebab kematian Askar Rehalat.
Kapolres menghimbau masyarakat, untuk menjaga keamanan bersama, serta memastikan setiap kegiatan keramaian memiliki izin resmi dari kepolisian.
âKeamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Hindari tindakan main hakim sendiri dan segera laporkan jika ada potensi gangguan kamtibÂmas,â himbau kapolres. (S-25)