SIWALIMA.id > Berita
Usut Kasus Perkosaan, Polisi Periksa CCTV
Headline , Kriminal | Selasa, 10 Juni 2025 pukul 22:55 WIT

AMBON, Siwalimanews – Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pulau Ambon terus gencar melakukan rangkaian penyelidikan, guna meng­ungkap pelaku pemerkosaan remaja 14 Tahun di Kota Ambon, beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polresta Ambon AKP Ryando Lubis menjelaskan, untuk mengetahui dan mengidentifikasi para pelaku, penyidik sementara berupaya memeriksa Closed Circuit Television (CCTV) di sepanjang jalur, yang diduga dilalui para pelaku dan korban.

“Kita sementara berupaya untuk cek CCTV disejumlah lokasi yang diduga TKP maupun jalur yang mungkin dilalui. Saat ini anggota sementara koor­dinasi,” ujar kasat kepada wartawan di Mapolresta, Minggu (8/6)

Selain pemeriksaan CCTV, Kasat mengaku, pihaknya juga telah me­meriksa saksi untuk mem­permudah penyelidikan.

“Saksi sudah dimintai keterangan, saat ini baru saksi korban dan saksi yang membawa korban ke Polsek Teluk Ambon untuk melapor,” tan­das kasat.

Dari hasil penyelidikan sementara kata kasat, polisi menemukan fakta, bahwa korban ternyata memiliki keterbatasan atau penyandang disabilitas.

Selain itu, pada pemeriksaan awal dilakukan korban tidak mengenal para pria yang membawanya, di­tambah kondisi gelap serta korban yang dicekoki miras, hingga tak sadarkan diri, membuat korban sulit mengidentifikasi ciri ciri para pelaku.

“Korban tidak mengenali para pe­laku, posisinya juga korban dicekoki miras hingga tak sadarkan diri, “ ucap kasat.

Sebelumnya diberitakan, sungguh malang nasib gadis 14 tahun asal Kabupaten Maluku Tengah ini. Dia diduga diperkosa lima pemuda tak dikenalnya di salah satu kawasan di di Kota Ambon. Parahnya lagi, sebelum diperkosa ia dicekoki miras hingga tak sadarkan diri.

Sebagaimana dilansir Siwalima­news, Selasa (27/5), Kapolsek Teluk Ambon Iptu M Maulana Dicky yang menjelaskan, peristiwa naas terse­but bermula ketika warga Batu Ko­neng menemukan korban pada Senin (26/5) sementara duduk depan Wa­rung Bambu Kuning, Dusun Batu Koneng, Desa Poka.

Korban kedapatan sedang mena­ngis dan menahan sakit yang dirasa­kannya.

Diceritrakan kapolsek, saat me­lihat kondisi korban sangat mem­prihatinkan, warga lalu membawa­nya ke rumah Yusuf Sia, yang kebe­tulan satu daerah asal dengan kor­ban.

“Jadi melihat kondisi korban sementara menjerit kesakitan pada bagian bawah perut dan adanya darah yang mengalir, pelapor kemu­dian berinisiatif untuk membawa korban menuju Kantor Polsek Teluk Ambon, guna melaporkan kejadian tersebut,” jelas kapolsek.

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, korban mengaku, pada Senin (26/5) dini hari, dia sementara duduk di depan Hotel Santika Ambon dan dihampiri 2 orang pemuda yang tidak diketahui identitasnya.

Kedua pemuda tersebut, kemu­dian mengajaknya untuk berjalan-jalan, selanjutnya korban menerima ajakan kedua pemuda itu.

Kedua pemuda ini kemudian mem­bawa korban menuju arah JMP dan selanjutnya korban tidak menge­tahui lokasi terakhir korban dibawa, lantaran berada di dalam rerumputan dan pepohonan yang belum pernah dia datangi.

“Awalnya dua pemuda, namun mereka pergi dan kembali membawa miras bersama 3 orang lagi sehingga total ada 5 orang. Di situ korban dice­koki miras hingga tak sadarkan diri,” ujar kapolsek mengutip kete­rangan korban.

Pagi hari setelah terbangun di dalam rerumputan, masih kata ka­polsek, korban merasakan rasa sakit pada bagian bawah perut dan ada­nya perdarahan pada bagian kela­min.

“Dia kemudian berinisyatif untuk berjalan ke jalan umum, tanpa ada arah yang pasti, karena belum pernah mengetahui lokasi yang dilewati. Dan sampai pada bundaran patung DR J Leimena, korban lalu beristirahat sejenak. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada malam hari menuju arah Batu Koneng dan ditemukan oleh warga sebelum akhirnya di bawah ke Mapolsek Teluk Ambon,” lanjut kapolsek.

Kapolsek bilang, dari ketera¬ngan yang disampaikan, dapat disim­pulkan remaja putri 14 tahun ini adalah korban tindak persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Belum diketahui pasti lokasi atau TKP, serta identitas para terduga pelaku, sehingga sementara dalam penyelidikan. Saat ini korban se­mentara dirawat jalan pada UGD RS Bhayangkara Ambon,” jelas ka­polsek. (S-10)

BERITA TERKAIT