SIWALIMA.id > Berita
Walikota Jamin Seleksi Sekot Transparan dan Berkualitas
Headline , Pemerintahan | Selasa, 7 April 2026 pukul 14:14 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, akan menghadirkan proses seleksi Sekretaris Kota Ambon yang transparan dan berkualitas.

“Saya tidak mau pilih kucing dalam karung. Saya mau sekretaris kota yang terpilih benar-benar memenuhi syarat, baik kompetensi manajerial, tek­nis, maupun kompetensi lainnya,” tegas walikota kepada wartawan di Balai Kota, Senin (6/4).

Untuk itu walikota pastikan tahap akhir seleksi tidak akan dilakukan se­cara tertutup. Para kandidat se­kot juga akan diuji langsung se­cara terbuka. “Saya sebagai wali­kota akan menguji mereka secara terbuka. Masyarakat bisa lihat sendiri kualitas calon sekotnya,” janji walikota.

Tak hanya itu, komposisi panitia seleksi (pansel) juga menurut wali­kota, disusun dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari internal pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

Dari internal ASN, pansel meli­bat­kan Sekda Maluku dan Inspek­tur provinsi. Sementara dari kala­ngan akademisi, turut dilibatkan pimpinan perguruan tinggi terna­ma seperti UKIM, UIN Ambon, serta perwakilan dari Unpatti.

Nama akademisi yang masuk dalam komposisi pansel antara lain AM Sangadji dan Prof Fredy Leiwakabessy, Sementara dari unsur tokoh masyarakat, pansel turut melibatkan Ketua MUI serta tokoh masyarakat Yopi Papilaya.

“Semua unsur kita libatkan. Tapi tetap harus memenuhi syarat se­suai ketentuan,” tandas walikota.

Meski demikian kata walikota, usulan nama-nama pansel tetap diajukan ke Badan Kepegawaian Ne­gara dan keputusan akhir be­rada di tangan lembaga tersebut.

“Kita hanya mengusulkan. Yang menentukan itu BKN. Totalnya ada tujuh orang dalam pansel nanti,” tandasnya.

Dengan komposisi lintas unsur dan proses terbuka, Pemkot Ambon memastikan, seleksi sekot kali ini berjalan objektif, transparan dan bebas dari kepentingan tersembunyi.

Buka Pendaftaran

Pemerintah Kota Ambon resmi membuka seleksi terbuka jabatan Sekretaris Kota Ambon. Pembu­kaan pendaftaran ini, dibuka selama 15 hari. “Setelah 15 hari, akan dilakukan tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandas walikota.

Proses seleksi ini, akan dilaku­kan melalui dua tahapan utama, yakni penilaian kompetensi (asses­s­ment) oleh asesor serta seleksi oleh panitia seleksi. “Jadi ada dua se­leksi, satu melalui assessment oleh asesor, dan satu lagi dilaku­kan oleh panitia seleksi,” jelas walikota.

Walikota mengaku, pihaknya masih menunggu perkembangan jumlah pendaftar selama masa pembukaan tersebut.

“Kita menunggu 15 hari ini untuk melihat seperti apa jumlah pendaftarnya,” tucap walikota.

Seleksi sekot tegas walikota, dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri.

“Prinsipnya, kita membuka secara terbuka. Silahkan siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar,” ajak walikota.

Seluruh prosedur dan mekanis­me seleksi lanjut walikota, telah dikonsultasikan dengan BKN dan dilaksanakan sesuai standar yang berlaku.

Tahapan seleksi, meliputi asses­s­ment, seleksi oleh pansel, hingga tahap akhir berupa wawancara dengan walikota sebagai pengguna (user). Menariknya, pada tahap wawancara akhir, Pemkot Ambon berencana melaksanakannya se­cara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Sesi wawancara nanti akan kita buat terbuka. Publik bisa menyak­sikan, bahkan kita siarkan secara langsung,” cetus walikota.

Ia menegaskan, langkah terse­but merupakan bagian dari komit­men pemerintah untuk mengha­dirkan transparansi dalam proses seleksi pejabat publik.

“Saya ingin menyajikan bahwa seleksi sekot ini adalah bagian dari keterbukaan kepada masyarakat,” tegas walikota.(Mg-1)

BERITA TERKAIT