AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, akan menghadirkan proses seleksi Sekretaris Kota Ambon yang transparan dan berkualitas.
“Saya tidak mau pilih kucing dalam karung. Saya mau sekretaris kota yang terpilih benar-benar memenuhi syarat, baik kompetensi manajerial, teknis, maupun kompetensi lainnya,” tegas walikota kepada wartawan di Balai Kota, Senin (6/4).
Untuk itu walikota pastikan tahap akhir seleksi tidak akan dilakukan secara tertutup. Para kandidat sekot juga akan diuji langsung secara terbuka. “Saya sebagai walikota akan menguji mereka secara terbuka. Masyarakat bisa lihat sendiri kualitas calon sekotnya,” janji walikota.
Tak hanya itu, komposisi panitia seleksi (pansel) juga menurut walikota, disusun dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari internal pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Dari internal ASN, pansel melibatkan Sekda Maluku dan Inspektur provinsi. Sementara dari kalangan akademisi, turut dilibatkan pimpinan perguruan tinggi ternama seperti UKIM, UIN Ambon, serta perwakilan dari Unpatti.
Nama akademisi yang masuk dalam komposisi pansel antara lain AM Sangadji dan Prof Fredy Leiwakabessy, Sementara dari unsur tokoh masyarakat, pansel turut melibatkan Ketua MUI serta tokoh masyarakat Yopi Papilaya.
“Semua unsur kita libatkan. Tapi tetap harus memenuhi syarat sesuai ketentuan,” tandas walikota.
Meski demikian kata walikota, usulan nama-nama pansel tetap diajukan ke Badan Kepegawaian Negara dan keputusan akhir berada di tangan lembaga tersebut.
“Kita hanya mengusulkan. Yang menentukan itu BKN. Totalnya ada tujuh orang dalam pansel nanti,” tandasnya.
Dengan komposisi lintas unsur dan proses terbuka, Pemkot Ambon memastikan, seleksi sekot kali ini berjalan objektif, transparan dan bebas dari kepentingan tersembunyi.
Buka Pendaftaran
Pemerintah Kota Ambon resmi membuka seleksi terbuka jabatan Sekretaris Kota Ambon. Pembukaan pendaftaran ini, dibuka selama 15 hari. “Setelah 15 hari, akan dilakukan tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandas walikota.
Proses seleksi ini, akan dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni penilaian kompetensi (assessment) oleh asesor serta seleksi oleh panitia seleksi. “Jadi ada dua seleksi, satu melalui assessment oleh asesor, dan satu lagi dilakukan oleh panitia seleksi,” jelas walikota.
Walikota mengaku, pihaknya masih menunggu perkembangan jumlah pendaftar selama masa pembukaan tersebut.
“Kita menunggu 15 hari ini untuk melihat seperti apa jumlah pendaftarnya,” tucap walikota.
Seleksi sekot tegas walikota, dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan kepada siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri.
“Prinsipnya, kita membuka secara terbuka. Silahkan siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar,” ajak walikota.
Seluruh prosedur dan mekanisme seleksi lanjut walikota, telah dikonsultasikan dengan BKN dan dilaksanakan sesuai standar yang berlaku.
Tahapan seleksi, meliputi assessment, seleksi oleh pansel, hingga tahap akhir berupa wawancara dengan walikota sebagai pengguna (user). Menariknya, pada tahap wawancara akhir, Pemkot Ambon berencana melaksanakannya secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.
“Sesi wawancara nanti akan kita buat terbuka. Publik bisa menyaksikan, bahkan kita siarkan secara langsung,” cetus walikota.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan transparansi dalam proses seleksi pejabat publik.
“Saya ingin menyajikan bahwa seleksi sekot ini adalah bagian dari keterbukaan kepada masyarakat,” tegas walikota.(Mg-1)