AMBON, Siwalimanews – Warga OSM, khususnya RT05/O6 minta aparat kepolisian untuk menangÂkap otak sekaligus pelaku penganiayaan warga RT05, yang memicu terjadinya bentrok antar pemuda pada, Selasa 10/6) malam.
Pasalnya, pelaku pengÂaniayaan tersebut merupaÂkan akar dari terjadi bentroÂkan antar kelompok pemuÂda di kawasan OSM.
âMengapa harus tangkap orang ini? Karena kalau tiÂdak ada penganiayaan berÂarti tidak akan ada bentrok, jadi polisi harus cepat taÂngkap para pelakunya,â tandas beberapa warga RT 05 kepada Siwalima di Ambon, Rabu (11/6).
Menurut mereka, polisi tidak perlu kerja ekstra, lantaran MS yang merupakan korban penganiayaan mengenali dan mengetahui persis dua pelaku yang menganiaya dirinya. âSudah ada nama itu, jadi tinggal tangkap saja,â tandas sejumlah warga.
Sementara itu pantauan SiwaÂlima, situasi kamtibmas pasca bentrok kedua kelompok pemuda beÂrangsur kondusif, Terlihat aktivitas warga berjalan aman dan lancar.
Mintai Keterangan
Menyikapi desakan warga terseÂbut, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Yoga Putra Prima Setya yang di konfirÂmasi Siwalima di Mapolresta, Rabu (11/6) menegaskan, pihaknya seÂmentara mintai keterangan sejumÂlah pihak guna mengungkap pasti dalang dibalik bentrok tersebut.
âPolisi kerja berdasarkan aturan dan prosedur, sekarang reskrim sementara lakukan pemeriksaan untuk proses penegakan hukumÂnya,â jelas kapolresta.
Untuk mengantisipasi bentrok berkelanjutan kata kapolres, piÂhaknya melalui Polsek Nusaniwe intens melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan para tokoh OSM. Selain itu patroli malam juga intens dilakukan.
Bentrok Pemuda
Seperti dilansir dari SiwalimaÂnews, dua kelompok pemuda di kaÂwasan OSM, Kecamatan NusaÂniwe, Kota Ambon, kembali terlibat bentrok.
Bentrok antar pemuda OSM RT02/06 dengan pemuda RT03 dan RT05/06 ini, bukan baru pertama kali terjadi. Tercatat, dalam beberapa pekan terakhir sudah tiga kali terjadi bentrokan di kawasan tersebut.
Bentrokan yang pecah pada, Selasa (10/6) tengah malam sekiÂtar pukul 22.40 WIT ini, lagi-lagi diÂsebabkan dendam lama yang berÂujung tindak pidana penganiayaan.
Alhasil, tiga orang warga dikabÂarkan mengalami luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit dalam insiden itu.
Informasi yang dihimpun SiwaliÂmaÂnews dari sumber di kepolisian menyebutkan, kejadian berawal pada pukul 18.30 WIT, dimana saÂlah satu pemuda RT02 dianiaya oleh kelompok pemuda yang diÂduga berasal dari Batu Gantung di kawasan Pantai Wainitu, KeluÂraÂhan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe.
Dari penganiayaan tersebut, terjadi konsentrasi masa yang berujung pada aksi saling serang batu antar kelompok pemuda RT02/05 dengan RT003/006.
âSetelah terjadi kejadian pemuÂkulan, pemuda RT02/06 berkumÂpul dan melakukan penyerangan meÂlewati OSM Pantai terhadap pemuda RT03, setelah kembali dari penyerangan tersebut, pemuÂda RT02 bertemu salah seorang pemuda OSM RT05 berinisial MS, kemudian melakukan pemukulan terhadap pemuda tersebut dan terjadilah aksi saling lempar batu antara Pemuda OSM RT02Â dengan RT03 yang bergabung dengan Pemuda RT05 hingga ke Jalan Nona Saar Sopacua, â jelas sumÂber di kepolisian yang enggan namanya dipublikasikan.
Sekitar pukul 22.40 WIT, Personil PRC Polresta Ambon di pimpin Wakapolresta Ambon AKBP Nur Rahman didampingi Kabag Ops, Kabag Log, Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba tiba di TKP dan menembakkan gas air mata ke kedua kelompok guna membubarkan aksi saling lempar antara kedua kelompok tersebut.
Kedua kelompok massa akhirÂnya berhasil dipukul mundur dan membubarkan diri. Akibat dari insiÂden tersebut, 3 orang warga masing-masing SP (36) warga RT03 mengalami luka robek pada bagian betis kaki sebelah kanan, akibat ledakan gas air mata, OS (56) warga RT03 mengalami luka robek pada betis dan lutut sebelah kiri dan HD (25) warga RT005 meÂngalami luka panah di dada sebeÂlah kanan. âKetiga korban saat ini sudah dilarikan ke RS untuk menÂdapat perawatan intensif, â ungkap sumber itu.
Kapolresta Ambon AKBP Yoga Putra Prima Setya yang di konfirmasi, Rabu (11/6) membenarkan kejadian tersebut, menurutnya pihak kepolisian terus melakukan langkah antisipasi agar bentrokan tidak terus berlanjut.
Antisipasi dan pencegahan dilakukan dalam bentuk pertemuan dengan sejumlah tokoh di kawasan OSM, terutama dua kelompok yang sering terlibat bentrokan untuk mencari solusi penyelesaian. Selain itu, patroli juga diintensifkan guna mencegah adanya ganguan kamtibmas di kawasan itu.
âSetiap selesai bentrokan pasti ada pertemuan dan musyawarah dengan tokoh agama dan masÂyarakat, patroli di kawasan tersebut juga dilakukan secara intensif,â ungkap Kapolresta.
Menurut Kapolresta, pihaknya sementara mengusut siapa daÂlang dibalik bentrokan ini, untuk kemuÂdian diproses sesuai hukum yang berlaku. âSesuai aturan proÂsedur, kami lakukan pemeriksaan terÂhadap sejumlah orang, kemuÂdian nanti kita proses penegakan huÂkumnya,â janji kapolresta. (S-10)