SIWALIMA.id > Berita
Warga Desak Polisi Tangkap Otak Bentrok di OSM
Kriminal | Kamis, 12 Juni 2025 pukul 23:14 WIT

AMBON, Siwalimanews – Warga OSM, khususnya RT05/O6 minta aparat kepolisian untuk menang­kap otak sekaligus pelaku penganiayaan warga RT05, yang memicu terjadinya bentrok antar pemuda pada, Selasa 10/6) malam.

Pasalnya, pelaku peng­aniayaan tersebut merupa­kan akar dari terjadi bentro­kan antar kelompok pemu­da di kawasan OSM.

“Mengapa harus tangkap orang ini? Karena kalau ti­dak ada penganiayaan ber­arti tidak akan ada bentrok, jadi polisi harus cepat ta­ngkap para pelakunya,” tandas beberapa warga RT 05 kepada Siwalima di Ambon, Rabu (11/6).

Menurut mereka, polisi tidak perlu kerja ekstra, lantaran MS yang merupakan korban penganiayaan mengenali dan mengetahui persis dua pelaku yang menganiaya dirinya.  “Sudah ada nama itu, jadi tinggal tangkap saja,” tandas sejumlah warga.

Sementara itu pantauan Siwa­lima, situasi kamtibmas pasca bentrok kedua kelompok pemuda be­rangsur kondusif, Terlihat aktivitas warga berjalan aman dan lancar.

Mintai Keterangan

Menyikapi desakan warga terse­but, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Yoga Putra Prima Setya yang di konfir­masi Siwalima di Mapolresta, Rabu (11/6) menegaskan, pihaknya se­mentara mintai keterangan sejum­lah pihak guna mengungkap pasti dalang dibalik bentrok tersebut.

“Polisi kerja berdasarkan aturan dan prosedur, sekarang reskrim sementara lakukan pemeriksaan untuk proses penegakan hukum­nya,” jelas kapolresta.

Untuk mengantisipasi bentrok berkelanjutan kata kapolres, pi­haknya melalui Polsek Nusaniwe intens melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan para tokoh OSM. Selain itu patroli malam juga intens dilakukan.

Bentrok Pemuda

Seperti dilansir dari Siwalima­news, dua kelompok pemuda di ka­wasan OSM, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon, kembali terlibat bentrok.

Bentrok antar pemuda OSM RT02/06 dengan pemuda RT03 dan RT05/06 ini, bukan baru pertama kali terjadi. Tercatat, dalam beberapa pekan terakhir sudah tiga kali terjadi bentrokan di kawasan tersebut.

Bentrokan yang pecah pada, Selasa (10/6) tengah malam seki­tar pukul 22.40 WIT ini, lagi-lagi di­sebabkan dendam lama yang ber­ujung tindak pidana penganiayaan.

Alhasil, tiga orang warga dikab­arkan mengalami luka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit dalam insiden itu.

Informasi yang dihimpun Siwali­ma­news dari sumber di kepolisian menyebutkan, kejadian berawal pada pukul 18.30 WIT, dimana sa­lah satu pemuda RT02 dianiaya oleh kelompok pemuda yang di­duga berasal dari Batu Gantung di kawasan Pantai Wainitu, Kelu­ra­han Wainitu, Kecamatan Nusaniwe.

Dari penganiayaan tersebut, terjadi konsentrasi masa yang berujung pada aksi saling serang batu antar kelompok pemuda RT02/05 dengan RT003/006.

“Setelah terjadi kejadian pemu­kulan, pemuda RT02/06 berkum­pul dan melakukan penyerangan me­lewati OSM Pantai terhadap pemuda RT03, setelah kembali dari penyerangan tersebut, pemu­da RT02 bertemu salah seorang pemuda OSM RT05 berinisial MS, kemudian melakukan pemukulan terhadap pemuda tersebut dan terjadilah aksi saling lempar batu antara Pemuda OSM RT02  dengan RT03 yang bergabung dengan Pemuda RT05 hingga ke Jalan Nona Saar Sopacua, “ jelas sum­ber di kepolisian yang enggan namanya dipublikasikan.

Sekitar pukul 22.40 WIT, Personil PRC Polresta Ambon di pimpin Wakapolresta Ambon AKBP Nur Rahman didampingi Kabag Ops, Kabag Log, Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba tiba di TKP dan menembakkan gas air mata ke kedua kelompok guna membubarkan aksi saling lempar antara kedua kelompok tersebut.

Kedua kelompok massa akhir­nya berhasil dipukul mundur dan membubarkan diri. Akibat dari insi­den tersebut, 3 orang warga masing-masing SP (36) warga RT03 mengalami luka robek pada bagian betis kaki sebelah kanan, akibat ledakan gas air mata, OS (56) warga RT03 mengalami luka robek pada betis dan lutut sebelah kiri dan HD (25) warga RT005 me­ngalami luka panah di dada sebe­lah kanan.  “Ketiga korban saat ini sudah dilarikan ke RS untuk men­dapat perawatan intensif, “ ungkap sumber itu.

Kapolresta Ambon AKBP Yoga Putra Prima Setya yang di konfirmasi, Rabu (11/6) membenarkan kejadian tersebut, menurutnya pihak kepolisian terus melakukan langkah antisipasi agar bentrokan tidak terus berlanjut.

Antisipasi dan pencegahan dilakukan dalam bentuk pertemuan dengan sejumlah tokoh di kawasan OSM, terutama dua kelompok yang sering terlibat bentrokan untuk mencari solusi penyelesaian. Selain itu, patroli juga diintensifkan guna mencegah adanya ganguan kamtibmas di kawasan itu.

“Setiap selesai bentrokan pasti ada pertemuan dan musyawarah dengan tokoh agama dan mas­yarakat, patroli di kawasan tersebut juga dilakukan secara intensif,” ungkap Kapolresta.

Menurut Kapolresta, pihaknya sementara mengusut siapa da­lang dibalik bentrokan ini, untuk kemu­dian diproses sesuai hukum yang berlaku.  “Sesuai aturan pro­sedur, kami lakukan pemeriksaan ter­hadap sejumlah orang, kemu­dian nanti kita proses penegakan hu­kumnya,” janji kapolresta. (S-10)

BERITA TERKAIT