Iklan Homepage 1
SIWALIMA.id > Berita
Gandeng SL Benfica, Malut United Bangun Akademi Sepak Bola Usia Dini
Olahraga | Senin, 23 Maret 2026 pukul 15:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Manajemen Malut United FC bekerjasama dengan club sepak bola asal Portugal SL Benfica, guna mengembangkan talenta sepak bola usia dini melalui akademi sepak bola Malut United FC.

Selain itu, kerjasama dengan club yang bermarkas di Lisboa ini, juga untuk mewujudkan visi besar pemilik Malut United FC, David Glenn dan Kenneth Jeheiskel, yang ingin mencetak pemain sepak bola profesional dari Maluku Utara hingga mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Hal itu dijelaskan,  Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (24/3).

Menurut Soplanit, SL Benfica akan memberikan dukungan dalam bentuk metodologi pelatihan, sistem pembinaan, serta pendampingan teknis secara langsung.

Kerja sama dengan Benfica ini juga, menjadi langkah strategis untuk menghadirkan standar pelatihan sepak bola kelas dunia di Maluku Utara. Pasalnya, SL Benfica, pernah menempati peringkat pertama sebagai akademi unggulan dunia periode 2005-2006, mengungguli FC Barcelona, Plate, Ajax Amsterdam bahkan Chelsea.

Untuk melengkapi itu semua maka, fasilitas training camp ini dibangun. training camp Malut United ini juga, tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tim utama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta sepak bola usia dini melalui akademi sepak bola Malut United.

“Training camp ini bukan hanya untuk tim utama, namu  juga untuk mendukung pelatihan sepak bola dan menunjang pendidikan formal para pemain usia dini kita,” ujar Soplanit.

Menurut Soplanit, fasilitas di training camp ini akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, termasuk asrama bagi para pemain akademi serta ruang belajar.

“Di training camp ini, kami siapkan fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal,” tandas Soplanit.

Pasalnya, akademi ini akan difokuskan pada pembinaan anak usia 7-9 tahun. Program ini dirancang untuk menjaring sekitar 70 pemain pada tahap awal, yang diprioritaskan kepada anak-anak yatim piatu maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Akademi ini, tidak hanya fokus pada aspek olahraga, tetapi juga akan membentuk karakter, akhlak dan moral para pemain. Untuk itu, kami telah menjalin komunikasi awal dengan Kanwil Kemenag Maluku Utara, terkait penyelenggaraan pendidikan berbasis asrama,” jelas Soplanit.

Konsep pendidikan tersebut menurut Soplanit, direncanakan berbentuk pesantren bagi pemain yang beragama Muslim, serta sistem pendidikan yang akan disesuaikan bagi pemain yang beragama Kristen.

Saat ditanya, kapan akademi ini diluncurkan, Soplanit mengaku, sebelumnya direncanakan pada 7 Maret 2026 di Stadion Gelora Kie Raha, namun. Pihanya juga hingga saat ini, masih menunggu kepastian jadwal kedatangan tim pelatih dari SL Benfica, sebelum menetapkan waktu pelaksanaannya.

“Setelah diluncurkan, proses seleksi peserta akan dilakukan langsung oleh tim pelatih dari SL Benfica, untuk memastikan kualitas dan potensi terbaik dari anak-anak yang mendaftar,” beber Soplanit.

Soplanit juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan Malut United, termasuk pembina klub seperti Wakasad TNI-AD, Letjen Saleh Mustafa selaku Pembina Malut United, tokoh daerah seperti Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah dan Sultan Tidore Husain Alting.

Ia berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, Malut United tidak hanya mampu berprestasi di kancah sepak bola nasional, tetapi juga melahirkan generasi pemain profesional dari “Bumi Kie Raha” yang mampu menembus kompetisi internasional.

Presmian Training Camp 

Untuk diketahui, Fsilitas training camp Malut United FC yang terletak di Kota Ternate, diresmikan pada, Senin (23/3). Peresmian ini menandai langkah besar klub membangun infrastruktur profesional di wilayah Maluku Utara.

Pembangunan training camp  ini dimulai sejak peletakan batu pertama pada 1 Mei 2025. Fasilitas ini dibangun diatas lahan yang kini dilengkapi dua lapangan latihan yang menggunakan rumput berkualitas standar FIFA.  

Selain lapangan utama, training camp ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain, Mess Pemain dengan 22 kamar tidur untuk pemain nasional dan official, serta aula serbaguna.

Selain itu terdapat pula hunian untuk pemain asing: Tersedia 14 bangunan rumah tinggal khusus untuk pemain asing beserta keluarganya. Kemudian ada juga fasilitas kebugaran yang didalamnya terdapat gymnasium dengan peralatan olahraga lengkap untuk menjaga fisik pemain.

Selain itu juga juga, sarana tempat beribadah dan penunjangnya seperti mushola, mess karyawan, serta dapur khusus yang dikelola chef untuk kebutuhan nutrisi tim.(S-06)  

BERITA TERKAIT