SIWALIMA.id > Berita
MBG di Bula Diawasi Ketat
Daerah | Senin, 9 Februari 2026 pukul 14:04 WIT

BULA, Siwalima.id - Kurang lebih satu minggu sudah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Bula, Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 3 SBT dan MIN 3 Bula, diawasi ketat dan ternyata  mendapatkan respon yang sangat positif dari guru, wali siswa maupu siswa sendiri.

Kepala SPPG Desa Bula, Muham­mad Riswan Wattimena mengung­kapkan, untuk terkait makanan ber­gizi gratis berjalan kurang lebih seminggu lebih ini mendapat respon positif dari tiga sekolah yang pe­nerima manfaat alhamdulilah sangat baik.

Dikatakan, Untuk persoalan makanan basah maupun kering mulai hari Senin hingga Jumat,  untuk melihat dari dapur masak mulai jam 11 hingga 17.30 WIT. Terkait peng­an­taran jam 08. hingga jam 11.00 WIT,  penerima manfaat 1000 yang se­mentara kita jalankan dengan tiga sekolah 

“Kita lihat dari makanan syukur alhamdulillah untuk ahli Gizi juga bisa memantau untuk perkembangan di dapur itu relawan sangat baik dan konsisten. Dan juga punya bahan po­kok segala macam,” ungkap Riswan kepada Siwalima, di ruang kerjanya. Jumat. (6/2).

Dirinya turut memantau untuk beberapa minggu ini alhamdulilah dengan pekerja relawan semuanya konsisten dalam pelaksanaan MBG.          Dan juga sangat membantu program Presiden Prabowo Subianto 

“Terkait untuk pengawasan syukur alhamdulilah mulai dari bahan baku masuk dan cara masak, bagian persiapan, sampai pada proses pengantaran itu juga semua              di kawal dengan ketat,”             ujarnya 

Kalau ada temuan di lapangan, misalkan tim masak membuat kesalahan Riswan menuturkan, tetap ahli Gizi maupun kepala SPPG akan turun untuk mencegah bahwa ini salah harus seperti ini .

“Sebelum pengantaran makan bergizi gratis ke sekolah itu ahli Gizi harus rasa karena dia punya tugas disitu bahwa makanan ini sudah layak untuk anak-anak konsumsi. Kalau misalkan ahli gizi bilang makanan sudah layak, tetap bisa dijalankan, jelas Riswan

Riswan menjelaskan,  kalau makanan tidak layak Ahli Gizi maupun kepala SPPG kami juga tetap menegaskan harus dipending pengantaran karena persoalan seperti itu. 

“Tetapi syukur alhamdulillah dalam seminggu lebih ini untuk makanan masih sangat baik,” jelas Riswan.(S-27)

BERITA TERKAIT