SIWALIMA.id > Berita
Polemik Ijazah PDD Masohi Belum Clear
Pendidikan | Senin, 6 Oktober 2025 pukul 22:35 WIT

AMBON, Siwalimanews – Polemik antara Mahasiswa PDD Politeknik Negeri Ambon Cabang Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dengan kampus induk di Ambon belum clear terkait jumlah penerima ijazah.

Dari pihak mahasiswa mengaku sekitar 300 orang mahasiswa belum mendapat ijazah dari Politeknik Negeri Ambon sedangkan pihak kampus mengaku hanya 156 orang saja.

Konflik ini kemudian membuat DPRD Maluku memanggil dua pihak untuk menyelesaikan agar tidak me­rugikan pihak mahasiswa maupun kampus.

Pertemuan dipimpin Ketua Komisi IV Saudah Tethool dan dihadiri oleh Wakil Direktur Polnam, Novi Tete­lepta dan anggota komisi, di ruang rapat Komisi IV  DPRD Maluku, Sabtu (4/10).

“Kami berharap pihak kampus harus punya planning ke depan supaya kita mem­bawa aspirasi ini ke LL Dikti agar kita ada jawaban pasti,” kata ang­gota Komisi IV Yan Zamora Noach dalam rapat tersebut.

Mendengar hal itu Wakil Direktur Polnam, Novi Tetelepta meminta DPRD agar bisa membantu menyua­rakan hal ini, sebab persoalan ijazah yang diributkan oleh mahasiswa, bukan kesalahan pihaknya melain­kan sistem entri oleh Dikti.

“Kami berharap bisa menyuarakan ini sebab persoalan ijazah ini menyangkut Pin. Kita sampai saat ini masih dalam sistem entri sebab bukan hanya kita Polnam melainkan seluruh kampus di Indonesia ini sehingga ada kesalahan sedikit saja kita sangat sulit untuk mengakses daftar pin mereka,” terangnya.

Usai rapat, Ketua Komisi IV Saudah Tethool mengaku pihaknya akan mengawal aspirasi mahasiswa dan juga Polnam Ambon untuk di­sampaikan kepada pihak LL Dikti

“Kami memastikan akan menga­wal aspirasi mereka. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Mereka mengeluhkan tak bisa mencari kerja karena belum mengantongi ijazah nah ini yang harus diperhatikan,” kata Saudah

Sementara itu Direktur Polnam Ambon, Dadi Mairuhu mengaku ter­hadap 300 siswa tersebut itu tak benar.

Menurutnya jumlah siswa yang sampai saat ini masih belum dibe­rikan ijazah sesuai data mereka hanya 156.

“Jadi kalau soal 300 itu anggaplah itu data teman-teman media. Tapi ini harus diklarifikasi sebab mahasiswa PDD Masohi tercatat hanya tinggal 156 yang belum bisa diberikan ija­zah,” tegasnya.

Ia mengaku masalah ini juga bukan karena kelalaian pihak kampus me­lainkan masalahnya ada pada sistem entri pendaftar PIN yang sampai saat ini belum bisa diakses.

Terbitkan Ijazah

Sementara itu anggota DPRD Maluku dari daerah pemili­han Maluku Tengah, Alhidayat Wajo, mendesak Politeknik Negeri Am­bon segera merealisasikan pe­ner­bitan ijazah bagi 300-an maha­siswa lulusan Program Diluar Do­misili (PDD) Masohi.

Desakan ini muncul setelah se­jum­lah mahasiswa mendatangi dirinya di Kantor DPRD Maluku untuk mengeluhkan nasib mereka yang sudah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian.

“Adik-adik mahasiswa ini sudah datang langsung ke DPRD untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka sudah menyelesaikan semua kewajiban kuliah, tapi sampai hari ini belum juga terima ijazah,” ungkap Wajo, Jumat (3/10).

Menurutnya, kampus tidak punya alasan lagi untuk menunda penerbi­tan ijazah, sebab mahasiswa telah menyelesaikan studi sesuai aturan.

“Ini soal masa depan anak-anak kita. Kalau ijazah tidak ada, mereka sulit melamar kerja, bahkan ikut seleksi ASN pun terhambat. Jadi Polnam harus segera menyelesaikan ini,” tegasnya.

Ia memastikan akan mengawal aspirasi tersebut hingga tuntas. Ia juga menegaskan, pihaknya tidak segan mendorong DPRD memanggil Polnam jika persoalan ini tidak segera diatasi. “DPRD akan bertin­dak bila kampus terus berlarut-larut. Kami ingin kepastian agar maha­siswa tidak dirugikan lebih jauh,” pungkasnya. (S-26)

BERITA TERKAIT