AMBON, Siwalimanews – Polemik antara Mahasiswa PDD Politeknik Negeri Ambon Cabang Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, dengan kampus induk di Ambon belum clear terkait jumlah penerima ijazah.
Dari pihak mahasiswa mengaku sekitar 300 orang mahasiswa belum mendapat ijazah dari Politeknik Negeri Ambon sedangkan pihak kampus mengaku hanya 156 orang saja.
Konflik ini kemudian membuat DPRD Maluku memanggil dua pihak untuk menyelesaikan agar tidak meÂrugikan pihak mahasiswa maupun kampus.
Pertemuan dipimpin Ketua Komisi IV Saudah Tethool dan dihadiri oleh Wakil Direktur Polnam, Novi TeteÂlepta dan anggota komisi, di ruang rapat Komisi IVÂ DPRD Maluku, Sabtu (4/10).
âKami berharap pihak kampus harus punya planning ke depan supaya kita memÂbawa aspirasi ini ke LL Dikti agar kita ada jawaban pasti,â kata angÂgota Komisi IV Yan Zamora Noach dalam rapat tersebut.
Mendengar hal itu Wakil Direktur Polnam, Novi Tetelepta meminta DPRD agar bisa membantu menyuaÂrakan hal ini, sebab persoalan ijazah yang diributkan oleh mahasiswa, bukan kesalahan pihaknya melainÂkan sistem entri oleh Dikti.
âKami berharap bisa menyuarakan ini sebab persoalan ijazah ini menyangkut Pin. Kita sampai saat ini masih dalam sistem entri sebab bukan hanya kita Polnam melainkan seluruh kampus di Indonesia ini sehingga ada kesalahan sedikit saja kita sangat sulit untuk mengakses daftar pin mereka,â terangnya.
Usai rapat, Ketua Komisi IV Saudah Tethool mengaku pihaknya akan mengawal aspirasi mahasiswa dan juga Polnam Ambon untuk diÂsampaikan kepada pihak LL Dikti
âKami memastikan akan mengaÂwal aspirasi mereka. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Mereka mengeluhkan tak bisa mencari kerja karena belum mengantongi ijazah nah ini yang harus diperhatikan,â kata Saudah
Sementara itu Direktur Polnam Ambon, Dadi Mairuhu mengaku terÂhadap 300 siswa tersebut itu tak benar.
Menurutnya jumlah siswa yang sampai saat ini masih belum dibeÂrikan ijazah sesuai data mereka hanya 156.
âJadi kalau soal 300 itu anggaplah itu data teman-teman media. Tapi ini harus diklarifikasi sebab mahasiswa PDD Masohi tercatat hanya tinggal 156 yang belum bisa diberikan ijaÂzah,â tegasnya.
Ia mengaku masalah ini juga bukan karena kelalaian pihak kampus meÂlainkan masalahnya ada pada sistem entri pendaftar PIN yang sampai saat ini belum bisa diakses.
Terbitkan Ijazah
Sementara itu anggota DPRD Maluku dari daerah pemiliÂhan Maluku Tengah, Alhidayat Wajo, mendesak Politeknik Negeri AmÂbon segera merealisasikan peÂnerÂbitan ijazah bagi 300-an mahaÂsiswa lulusan Program Diluar DoÂmisili (PDD) Masohi.
Desakan ini muncul setelah seÂjumÂlah mahasiswa mendatangi dirinya di Kantor DPRD Maluku untuk mengeluhkan nasib mereka yang sudah bertahun-tahun menunggu tanpa kepastian.
âAdik-adik mahasiswa ini sudah datang langsung ke DPRD untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka sudah menyelesaikan semua kewajiban kuliah, tapi sampai hari ini belum juga terima ijazah,â ungkap Wajo, Jumat (3/10).
Menurutnya, kampus tidak punya alasan lagi untuk menunda penerbiÂtan ijazah, sebab mahasiswa telah menyelesaikan studi sesuai aturan.
âIni soal masa depan anak-anak kita. Kalau ijazah tidak ada, mereka sulit melamar kerja, bahkan ikut seleksi ASN pun terhambat. Jadi Polnam harus segera menyelesaikan ini,â tegasnya.
Ia memastikan akan mengawal aspirasi tersebut hingga tuntas. Ia juga menegaskan, pihaknya tidak segan mendorong DPRD memanggil Polnam jika persoalan ini tidak segera diatasi. âDPRD akan bertinÂdak bila kampus terus berlarut-larut. Kami ingin kepastian agar mahaÂsiswa tidak dirugikan lebih jauh,â pungkasnya. (S-26)