AMBON, Siwalima.id - Seminggu PT PLN membiarkan masyarakat di Pulau Babar, Kecamatan Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya gelap gulita.
Padamnya listrik milik PT PLN membuat pelayanan publik terganggu, kegiatan pemerintahan lumpuh, serta banyak peralatan elektronik warga rusak.
Masyarakat Pulau Babar serasa hidup di zaman dulu karena harus menggunakan penerangan alternatif, padahal sebentar lagi mereka akan merayakan Natal dan Tahun Baru.
“Kami mendesak agar PLN segera ambil langkah cepat memulihkan aliran listrik di pulau babar, yang gelap gulita selama hampir satu Minggu,” tegas anggota DPRD Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Zamora Noach kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (24/11).
Ia menyebut, pengelolaan mesin yang milik PLN ULP Moa tidak dilakukan dengan baik khususnya di Tepa dan Letwurung.
Untuk itu ia meminta agar PLN Wilayah Maluku harus serius menangani kondisi ini dan tidak membiarkan masyarakat berada dalam ketidakpastian.
“Jangan semua mesin dipindahkan ke Letwurung. Tepa harus punya cadangan. Saat cuaca buruk atau jaringan putus, masyarakat tetap harus bisa dilayani dengan aliran listrik,” jelasnya.
Ia menyebut, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik tidak boleh diabaikan apalagi sebentar lagi akan ada perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Ini soal hak dasar masyarakat. PLN harus hadir dengan solusi, bukan sekadar janji. Pulau Babar tidak boleh lagi dibiarkan gelap,” kesalnya.
Cari Pembenaran
Sementara itu, Humas PLN Maluku, Syaiful, yang dikonfirmasi Siwalima menjelaskan pemadaman hampir sepekan di Pulau Babar disebabkan oleh gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem.
“Kondisi padam yang terjadi di Pulau Babar disebabkan gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem. Banyak pohon tumbang dan miring menimpa jaringan listrik. Saat ini petugas kami sedang melakukan pembersihan dan perbaikan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau warga untuk bekerja sama dalam proses pemulihan jaringan.
“Kami menghimbau warga yang pohon produktifnya bersentuhan dengan jaringan agar bersedia dipangkas demi keamanan. Jika terjadi padam atau gangguan, masyarakat dapat melapor melalui aplikasi milik PLN atau contact center,” ungkapnya. (S-26)