Bank Maluku Malut menyerahkan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp.136.053.109.092 kepada 24 pemerintah daerah yang merupakan pemegang saham.
Penetapan besaran dividen tahun buku 2025 tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Maluku-Malut yang berlangsung di Lantai 7 GiiA Maluku Hotel Jakarta, Senin (23/2).
Besaran dividen yang akan dibagikan itu dicapai setelah Bank Maluku Malut mendapatkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar 1, 81 miliar dari berbagai produk jasa keuangan.
Dari jumlah tersebut, Pemprov Maluku sebagai pemegang saham pengendali memperoleh dividen sebesar Rp 47.033.480.386,- disusul Bank DKI sebagai pemegang saham hasil KUB sebesar Rp 9.523.694.268.
Selanjutnya Kota Ambon mendapatkan dividen sebesar Rp 7.789.493.390, Kabupaten Seram Bagian Timur Rp 7.789.493.390, Kabupaten Maluku Tenggara Rp 7.509.331.277, Kabupaten Kepulauan Aru Rp 7.012.621.249. Kemudian Kabupaten Maluku Barat Daya Rp 6.689.357.273, Kabupaten Buru Selatan Rp 5.991.937.965, Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendapatkan Rp 4.935.942.311, Kabupaten Seram Bagian Barat Rp 4.320.831.983, Kabupaten Halmahera Tengah Rp 4.152.319.276.
Selanjutnya Kota Tual Rp 3.831.911.448, Kabupaten Maluku Tengah Rp 3.023.362.034, Kabupaten Buru Rp 2.470.567.653, Kabupaten Halmahera Utara Rp 2.081.092.984, Halmahera Barat Rp 1.786.390.484.
Sementara provinsi yang dipimpin Sherly Laos yakni Maluku Utara mendapatkan dividen sebesar Rp 1.756.011.460, Kabupaten Halmahera Selatan mendapatkan Rp.1.496.361.680, Kota Tidore Kepulauan Rp 1.398.473.713, Kabupaten Kepulauan Sula Rp.1.302.143. 645, Kabupaten Pulau Taliabu Rp 1.298.248.898, Kota Ternate Rp 1.236.711.900, Kabupaten Hal-mahera Timur Rp 1.168.424.008 dan Kabupaten Pulau Morotai sebesar Rp 454.906.414.
Direktur Utama Bank Maluku Malut Syahrisal Imbar menjelaskan, besaran dividen yang diterima para pemegang saham telah disesuaikan dengan besaran modal yang ditanamkan artinya semakin besar modal akan semakin besar pula dividen yang diterima.
“Kenapa Provinsi Maluku dividennya besar karena memang saham yang ditanamkan itu 32 persen, karena itu kita berharap Pemda dapat menaruh tambahan modal di Bank Maluku Malut,” ucap Syahrisal kepada Siwalima, di Jakarta, Selasa (24/2).
Syahrisal memastikan, dalam waktu dekat semua dividen telah ditransfer ke Kas Umum Daerah sebagai bagian dari pendapatan asli daerah sehingga diharapkan dapat menunjang program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.(S-20)