DITENGAH persaingan dunia perbankan saat ini, Bank Maluku Malut berhasil meningkatkan keuntungan atau laba bersih sebesar Rp 181 miliar lebih.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar mengungkapkan, laba bersih yang berhasil dicapai ini membuktikan jajaran Bank Maluku Malut baik manajemen maupun staf telah bekerja dengan baik.
Apalagi laba bersih yang mencapai Rp 181 miliar ini terjadi ditengah kondisi keuangan baik lokal, nasional maupun nasional yang tidak baik-baik saja saat ini.
“Kita tentu bersyukur bahwa ditengah-tengah sektor jasa keuangan yang tidak mudah hari ini kita masih mampu untuk mencapai laba kurang lebih 181 miliar. Ini capaian yang luar biasa,” ucap Syahrisal, kepada Siwalima, di Jakarta, Kamis (24/2).
Dijelaskan, pertumbuhan laba yang signifikan ini didukung dengan aset Bank Maluku Malut hingga akhir tahun 2025 mencapai Rp 10,552 triliun atau tumbuh 19,84 persen y.o.y dari capaian tahun 2024 sebesar Rp 8,848 triliun.
Pertumbuhan aset ini didukung dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 6,849 triliun atau tumbuh sebesar 18,58 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp 5,776 triliun.
Dari sisi kredit yang diberikan mencapai Rp 6,067 triliun juga tumbuh sebesar 10,10 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp 5,511 Triliun dengan pendapatan operasional mencapai Rp 1,190 triliun atau tumbuh sebesar 20,16 persen, dari capaian 2024 sebesar Rp 990 milyar.
“Laba kotor kita itu tercatat mencapai Rp 236 miliar atau tumbuh sebesar 9.42 persen dari capaian tahun 2024 sebesar Rp 216 miliar sedangkan laba bersih itu mencapai sebesar Rp 181 miliar lebih,” tegas Syahrisal.
Lebih lanjut Syahrisal mengungkapkan, Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,71 persen jauh di atas ketentuan regulator dengan Return on Assets (ROA) sebesar 2,65 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 7,80 persen dengan BOPO Bank Maluku-Malut sebesar 75,09 perse dengan NPL nett terjaga di angka 1,20 persen, LDR 88,59 persen dan komposisi dana murah (CASA) sebesar 51,34 persen.
“Rasio ini mencerminkan permodalan yang sangat kuat, profitabilitas yang terjaga, serta efisiensi pengelolaan aset, sehingga Bank Maluku Malut memiliki ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ucap Syahrisal.
Dengan adanya capaian luar biasa tersebut, Syahrisal menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Maluku Utara, para Bupati dan Walikota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, DPRD, OJK dan Bank Indonesia, Regulator dan Auditor, seluruh nasabah, seluruh pegawai Bank Maluku Malut, media massa serta mitra kerja dan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi dan dukungan seluruh pihak tersebut menjadi fondasi penting bagi Bank Maluku Malut dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku dan Maluku Utara.
Memasuki tahun 2026, Syahrisal memastikan Bank Maluku Malut optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Fokus bank diarahkan pada penguatan struktur permodalan dan tata kelola, peningkatan kualitas kredit dan efisiensi operasional, optimalisasi sinergi KUB dengan Bank Jakarta, serta penguatan peran Bank Maluku Malut dalam mendukung pembangunan ekonomi Maluku dan Maluku Utara.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Bank Maluku Malut optimis dapat terus tumbuh sehat dan memberikan nilai tambah bagi daerah pada 2026 dan seterusnya,” tandas Syahrisal.(S-20)