AMBON, Siwalimanews – Direncanakan hari ini, Jumat (3/1) MenÂteri KesehaÂtan, Budi Gunadi SaÂdikin dijadwalkan melakukan kunÂjuÂngan kerja ke Ambon.
Setibanya di BanÂdara Pattimura, MenÂkes akan disambut langÂsung oleh GuberÂnur Maluku, HenÂdrik Lewerissa berÂsaÂma Direktur Utama RS-UP dr J LeiÂmeÂna.
Juru Bicara PeÂmerintah Provinsi Maluku, Kasrul SeÂlang menjeÂlasÂÂkan kedataÂngan MenÂkes ini meruÂpakan kunÂjungan keÂdua ke MaÂluku dalam tahun 2025.
âSebelumnya pada Juli lalu beliau hadir di Kabupaten Buru untuk groundbreaking peningkatan kelas RSUD Namlea. Kunjungan kali ini berfokus pada penguatan layanan kesehatan rujukan di Ambon,â kata Kasrul kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (2/10).
Agenda Menkes diawali dengan kunjungan ke RSUP dr J Leimena. Menteri bersama Gubernur melaÂkuÂkan side visit ke lantai 3, meninÂjau ruang operasi jantung (OK Jantung) dan ICVCU, termasuk pasien pasca operasi CABG (coronary artery bypass graft) yang tengah dalam masa observasi.
Kegiatan berlanjut dengan konÂferensi pers terkait operasi CABG perdana di RSUP Leimena yang didampingi secara proctoring oleh tim RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
âDalam kesempatan itu GuberÂnur akan memberikan sambutan, dilanÂjutkan dengan arahan dari MenÂteri Kesehatan, sesi tanya jaÂwab, serta penandatanganan PerÂjanjian Kerja Sama (PKS) Tripartit Pengampunan Jejaring Wilayah Provinsi Maluku,â ungkap Kasrul.
Usai agenda di RSUP Leimena, rombongan bertolak ke Politeknik KeÂsehatan Kemenkes Ambon. Di kamÂpus tersebut, Menkes dan GuÂbernur meninjau fasilitas pendidiÂkan serta berdialog dengan maÂhasiswa internasional dan reguler.
Selanjutnya, Menteri Kesehatan berÂÂsama Gubernur mengunjungi BaÂlai Karantina Kesehatan (BKK) KeÂlas I Ambon untuk melihat langÂsuÂng kesiapan fasilitas penangaÂnan karantina kesehatan di wilayah Maluku.
Setelah seluruh rangkaian kegiaÂtan, Menteri Kesehatan dijadwalÂkan kembali ke Jakarta melalui Bandara Pattimura pada sore harinya.
âKunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Pusat untuk memperkuat sistem kesehatan di Maluku, sekaligus memastikan layaÂnan rujukan dan pendidikan tenaga kesehatan berjalan optimal,â tutup Kasrul. (S-20)