AMBON, Siwalima.id - Kepala sekolah dan operator diberikan pelatihan teknis dalam rangka memasuki sistem penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso mengaku dalam pelaksanaan SPMB, seluruh unsur pendidikan perlu mempersiapkan diri secara maksimal.
“Ini momentum penting untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lebih baik. Harapannya, tahun ini jauh lebih optimal dibanding tahun sebelumnya,” katanya ketika membuka kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Ambon, Sabtu (18/4).
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB mengacu pada regulasi yang berlaku, sekaligus menjadi ruang evaluasi guna memperbaiki berbagai kekurangan, baik dari sisi teknis maupun koordinasi antar pihak.
Olehnya, pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting karena masih terdapat sejumlah persoalan di sekolah yang lambat ditangani, bahkan hingga melewati setengah masa pelaksanaan.
“Masih ada persoalan di sekolah yang belum cepat diselesaikan. Tahun ini kita minta semua lebih responsif,” ingatnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah hingga operator, dalam merespons keluhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Pelaksanaan SPMB kali ini katanya, akan mendapat pendampingan langsung dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) jika terjadi persoalan teknis di lapangan.
Selain itu, sejumlah OPD terkait juga akan dilibatkan, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk administrasi kependudukan, Dinas Sosial untuk jalur afirmasi keluarga kurang mampu, serta Ombudsman RI yang akan mengawasi jalannya proses penerimaan.
Sebagai bentuk komitmen integritas, Pemerintah Kota Ambon juga akan kembali menggelar penandatanganan pakta integritas bersama para pemangku kepentingan, sebagaimana telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
Adapun jalur penerimaan yang difasilitasi meliputi jalur domisili, prestasi, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, serta mutasi orang tua.
Melalui kegiatan ini, ia berharap terbangun kesepahaman antara Dinas Pendidikan, pengawas dan satuan pendidikan, sekaligus meningkatkan kesiapan sekolah dalam menerapkan SPMB berbasis digital secara terintegrasi.
Pemkot juga berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berlangsung lebih tertib, transparan dan minim polemik di tengah masyarakat.(Mg-1)