DOBO, Siwalima.id - Pangdam XV Pattimura, Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo menekankan pentingnya profesionalitas dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi ancaman dan tantangan global.
Hal tersebut disampaikan Pangdam ketika menutup pelatihan terintegrasi perang gerilya di di Markas Komando Kompi Senapan A, Yonif 735 Nawasena/Brigif 27 Nusaina, Kota Dobo, Selasa (18/11).
Hadir dalam acara penutupan pelatihan terintegrasi perang gerilya, Danrem 151 Binaiya Brigjen, Raffles Manurung dan Asrendam XV Pattimura Kolonel Inf Fendri Navyanto Raminta.
Selain itu, prajurit harus memperhatikan beberapa aspek, jenderal bintang dua juga meminta agar personel pentingnya melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Kepada wartawan, pandam juga mengapresiasi keterlibatan prajurit dan semua pihak yang, turut mensukseskan pelatihan tersebut.
Dikatakan, pelatihan terintegrasi ini, akan sering dilakukan, untuk meningkatkan kemampuan prajurit, serta pengorganisasian komponen masyarakat dalam mendukung operasi perang gerilya dalam menghadapi tantangan kedepan.
“Pelatihan agar prajurit lebih siap dan masyarakat juga bisa turut serta berpartisipasi,” ungkapnya.
Selain menutup kegiatan pelatihan, pangdam juga meninjau ke lahan pembangunan Kodim Persiapan Dobo. Peninjauan lahan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial di Pulau Wokam, Kecamatan Pp Aru serta kunjungan ke Pos Pengamanan Perbatasan di Pulau Penambulai.(S-11)