SIWALIMA.id > Berita
Waspada Virus Nipah, Dinkes Minta Perketat Pengawasan
Daerah | Kamis, 29 Januari 2026 pukul 13:19 WIT

AMBON, Siwalima.id - Belum selesai dengan virus Super Flu atau influenza A (H3N2) subclade K, kini muncul lagi virus Nipah.

Virus Nipah adalah patogen zoo­nosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan tingkat kematian yang tinggi (40-75%)

Guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, Dinas Kesehatan Pro­vinsi Maluku meminta manaje­men Bandara Pattimura dan pela­buhan untuk memperketat penga­wasan.

Pelaksana Tugas Kadinkes Yan Aslian Noor menjelaskan virus Ni­pah di India tentu menjadi peri­ngatan bagi Indonesia termasuk di Maluku.

Menurutnya, belajar dari penga­laman pandemi Covid-19 lalu, penyebaran virus juga berasal dari luar Indonesia. Artinya pemerintah daerah tidak pernah menyepelekan potensi ini.

“Soal munculnya virus Nipah memang pak Menkes sudah meng­konfirmasi belum ditemukan kasus ini di Indonesia, tapi bukan berarti kita harus lengah menghadapi dina­mika ini,” jelasnya ketika dikonfir­masi Siwalima di Ambon, Rabu (28/1).

Ia menyebut, gejala awal infeksi virus Nipah biasanya mirip dengan gejala flu biasa, namun bila infeksi berlanjut maka akan muncul gejala seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sulit bernapas, diare dan muntah maka sudah harus diperiksa ke fasilitas kesehatan.

Di Maluku sendiri, lanjutnya belum ada laporan atau temuan terkait de­ngan kondisi kesehatan masyarakat yang mengarah pada gejala awal terpa­par virus Nipah namun koordinasi lintas sektor terus dibangun.

“Kita sudah koordinasi dengan semua kabupaten dan kota untuk melakukan pemantauan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing secara ketat sebagai bentuk ikhtiar,” ingatnya.

Bila ditemukan masyarakat de­ngan gejala awal terpapar virus Ni­pah, ia memastikan telah mengins­truksikan Dinas Kesehatan kabu­paten dan kota bergerak cepat, mengambil sampel untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Dinkes menurutnya, juga meminta Balai Karantina Kesehatan baik di pelabuhan maupun bandara untuk memperketat pengawasan dan jika perlu melakukan skrining terhadap penumpang yang masuk ke Maluku.

“Pak Menkes juga sudah me­wanti-wanti pelabuhan dan bandara agar tetap mewaspadai masuknya virus ini, jadi kita minta Balai Karantina Kesehatan di Maluku agar mem­perketat pengawasan termasuk skrining penumpang,” ingatnya.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak berkolaborasi guna me­mastikan ancaman virus Nipah tidak masuk Maluku, sebagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya virus dalam bentuk apapun.

“Saya juga minta masyarakat jangan panik dengan informasi apa­pun, tetap tenang sambil memper­hatikan kebersihan dan kesehatan,” tandasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT