DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon terus memprioritaskan pemeliharaan lampu jalan serta perbaikan sejumlah ruas jalan rusak parah di wilayah Kota Ambon.
Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Meli Latuihamallo mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pemeliharaan lampu jalan di kawasan Hunuth, tepatnya di sekitar Kuburan Covid, yang sebelumnya dikeluhkan warga karena kondisi gelap.
“Lampu jalan di sana sudah menyala kembali. Bapak Raja Hitu juga telah menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUPR Kota Ambon melalui pak Walikota,” ujarnya, kepada Siwalima, di Ambon, Sabtu (18/4).
Selain itu, pihaknya juga bergerak cepat menangani gangguan lampu jalan di kawasan STAIN setelah menerima laporan dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
“Kami langsung tindak lanjuti dan lakukan perbaikan,” katanya.
Saat ini, Dinas PU juga memusatkan perhatian pada jalur Wayame hingga Hative Besar yang dinilai minim penerangan, termasuk batas wilayah Tawiri. Proses pemasangan lampu jalan di kawasan tersebut telah mulai dikerjakan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin.
Meski demikian, untuk pembangunan jaringan lampu jalan baru, pihaknya masih menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. “Untuk jari-ngan baru, kami lihat dulu ke-mampuan keuangan,” jelasnya.
Di sektor infrastruktur jalan, Dinas PU juga menyiapkan perbaikan pada sejumlah titik rusak berat yang telah masuk dalam APBD tahun ini.
Beberapa lokasi prioritas antara lain kawasan Benteng menuju PST, Jembatan Jodoh, Gonzalo, Kopertis, Lorong Aster, Waiheru, Wayame, dan Nania
Ia mengakui belum bisa memastikan seluruh paket pekerjaan dapat direalisasikan tahun ini karena bergantung pada kondisi anggaran.
“Saya tidak bisa jamin semua bisa jalan atau tidak, karena kita lihat kondisi keuangan,” ungkapnya.
Kendati demikian, Walikota Ambon disebut memberi perhatian khusus agar perbaikan di kawasan Benteng dan Jembatan Jodoh STAIN segera diprioritaskan.
Latuihamallo menambahkan, secara umum jalan yang diperbaiki biasanya dapat bertahan sekitar tiga hingga empat tahun. Kerusakan lebih cepat kerap terjadi akibat beban kendaraan berat seperti mobil kontainer. “Contohnya di tikungan KFC Kakialy, jalan cepat rusak karena sering dilalui kendaraan bertonase besar,” tandasnya. (Mg-1)