AMBON, Siwalima.id – Pemkot Ambon memastikan di tahun 2026 mendatang akan memangkas tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Kebijakan itu, diambil menyikapi adanya kebijakan pemerintah pusat, sehingga selaku pemerintah daerah, perlu menyesuaikan dengan keuangan di daerah.
Hal ini ditegaskan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (5/12).
Menurut walikota, TPP tahun ini dinaikan, maka tahun depan TPP hanya akan dianggarkan untuk 6 bulan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pusat yang berubah-ubah dan tidak menentu.
“Kalau kemarin TTP saya naikkan, sekarang TPP kita potong dulu, menyesuaikan dulu, kita tidak bisa bikin apa-apa hanya ASN dan pemerintah daerah yang bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang terus berubah-ubah, itu lah yang buat kita terus eksis dan bertahan, kalau tidak mampu kita akan jatuh dan tidak berdaya,” tandas walikota.
Walikota mengaku, tidak ada niat untuk mengurangi pendapatan ASN. Namun langkah itu perlu ditempuh. Untuk itu para pimpinan OPD harus dapat memberikan pengertian bagi bawahannya.
“Saya berharap ASN pemkot dapat mengerti, apa yang walikota dan pimpinan-pimpinan putuskan, itu yang terbaik untuk kita hari ini. Kita tidak bermaksud untuk mengurangi bapak/ibu ASN punya pendapatan, kita menyesuaikan dengan situasi, kalau kita bisa memaknai ini dengan baik, maka kita terbiasa untuk terus eksis dalam setiap masalah yang kita hadapi,” tandas walikota.
Pada prinsipnya kata walikota, pemerintah kota akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah saat ini.
“Nanti kita sesuaikan saja, dalam perjalanan tapi yang penting ASN tahu bahwa konsekuensi dari kita menganggarkan TPP 6 bulan. Kita sementara usulkan untuk kita bekerja dari rumah atau (Work From Home). Jadi ASN juga tidak terbeban dengan kerja yang berat diberikan, konsekuensinya mereka tidak terima TPP secara full,” tandas walikota.(S-29)