AMBON, Siwalimanews – Kota Ambon diguncang gempa bumi dengan magÂnitudo 4.6, Kamis (10/7). Gempa yang terjadi sekitar pukul 15:50:48 WIT itu, juga dirasakan sampai ke KecaÂmatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro dalam rilisnya yang diteÂrima Siwalima sesaat seteÂlah gempa menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 3.85 Lintang Selatan, 128.46 Bujur TiÂmur atau tepatnya berlokasi di laut 35 kilo meter TengÂgara Ambon, 37 kili moeter Barat Daya Saparua, KabuÂpaten Maluku Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.
âDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipoÂsenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,â tulis Kuncoro.
Menurut Kuncoro, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Ambon dengan skala inÂtensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan di Amalatu dirasakan II MMI, diÂmana getaran dirasakan nyata dalam rumah.
âHingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Gempa ini tak berpotensi tsunami,â jelas Kuncoro.
Ia mengaku, hingga pukul 16:00 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Walaupun demikian, masyaÂrakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjaÂwabkan kebenarannya, namun hindari diri dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
âPeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada keÂrusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,â himbau KunÂcoro.
3.2 Guncang Amalatu
Sebelumnya juga pada, Kamis (10/7) pagi pukul 09: 15: 00 WIT, gempa bumi dengan magnitudo 3.2 juga mengguncang Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Gempa bumi yang terjadi ini, menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 3.43 Lintang Selatan, 128.67 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut 1 kilo meter Barat Amalatu, Kabupaten SBB dengan kedalaÂman 6 km.
Dijelaskan, dengan memperhatiÂkan lokasi episenter dan kedaÂlaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas sesar aktif.
âGempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Amalatu SBB, dengan skala intensitas II MMI dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda- benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimÂbulkan akibat gempa bumi tersebut,â tulis kuncoro.
Hingga pukul 09:25 WIT, hasil monitoring BMKG belum meÂnunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. (S-27/S-25)