AMBON, Siwalima.id - Seorang pria yang diketahui bernama Anto Haninu, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Merah Putih, Rabu (8/4) malam.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.10 WIT di kawasan pesisir Pantai Galala, RT 001/001, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay, kepada wartawan di Mapolresta, Kamis (9/4) mengungkapkan, korban diketahui berprofesi sebagai ASN dan berdomisili di kawasan Batu Merah.
“Korban diduga melompat dari atas JMP ke perairan Galala. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ucap Luhukay.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, insiden bermula saat seorang warga bernama Roland Syam (23) bersama rekannya tengah berada di gazebo bawah JMP untuk latihan paduan suara.
Tak lama kemudian, sebuah mobil putih melaju dengan kecepatan tinggi dan berhenti di sekitar lokasi. Saksi sempat menduga terjadi keributan, sehingga langsung menghubungi Bhabinkamtibmas setempat.
Namun, dari informasi pengunjung kafe di sekitar lokasi, diketahui bahwa seseorang telah melompat dari atas jembatan dan belum ditemukan.
Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian di sekitar perairan bawah JMP hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
“Korban sempat diberikan pertolongan pertama oleh warga, namun tidak menunjukkan respons,” beber Ipda Jane.
Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon menggunakan kendaraan warga yang melintas. Namun, setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka serius berupa patah tulang pada tangan kiri dan kaki kiri.
Polisi juga mengungkapkan, sebelum kejadian, korban diketahui baru selesai menjalani pengobatan dan sempat meminta keluarganya untuk melihat Kota Ambon dari atas JMP pada malam hari.
“Dalam perjalanan, korban bersama keluarga sempat berhenti di atas JMP. Saat itu korban diduga langsung melompat, meski sempat dicegah oleh keluarga,” ungkap Ipda Jane.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami motif dibalik aksi tersebut, termasuk mengidentifikasi anggota keluarga yang turut bersama korban saat kejadian.
Saat ini, jenazah korban telah berada di kediamannya di kawasan Desa Waiheru. Polisi memastikan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan bunuh diri ini,” ucap Ipda Jane.(S-10)