AMBON, Siwalima.id - Gempa bumi dengan magnitudo 5.4 mengguncang wilayah Laut Banda, Rabu (21/1).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memastikan, gempa yang terjadi pada pukul 12.49 WIB atau pukul 14.49 WIT itu, dipastikan tak berpotensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,4.
“Episenter gempa terletak di koordinat 7,09 derajat Lintang Selatan dan 129,77 derajat Bujur Timur, atau sekitar 195 kilometer Barat Laut Saumlaki, Provinsi Maluku, dengan kedalaman 137 kilometer,” tulis Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, sesaat setelah gempa.
Gempa ini lanjut Daryono, tergolong gempa menengah yang disebabkan oleh deformasi batuan di dalam lempeng Laut Banda atau dikenal sebagai gempa intra-slab.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, pergerakan geser naik atau oblique thrust,” jelas Daryono.
Gempa tersebut, dirasakan di wilayah Saumlaki dengan intensitas II MMI atau terasa getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut,” tulis Daryono.
Hingga pukul 13.10 WIB atau 15.10 WIT, belum terpantau adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock, walaupun demikian, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(S-25)