SIWALIMA.id > Berita
BPBD Catat 31 Kejadian Bencana Awal 2026
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Rabu, 4 Maret 2026 pukul 14:08 WIT

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat sebanyak 31 kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kota Ambon sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon Frits Tatipikalawan menjelaskan, dari total tersebut, 17 kejadian terjadi pada Januari dan 14 kejadian pada Februari. Seluruh peristiwa telah ditangani sesuai prosedur, meskipun diakui masih terdapat keterbatasan logistik, khususnya terpal.

“Memang ada beberapa warga yang belum mendapatkan bantuan terpal karena ketersediaan logistik kosong dan belum dilakukan pengadaan. Namun semua tetap dicatat untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada Siwalima, Selasa (3/3)

Selain penanganan darurat, BPBD juga terus mengintensifkan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Himbauan disampaikan melalui media sosial, penyebaran flyer, serta turun langsung ke lapangan bersama tim Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi).

Pada Jumat pekan lalu, Kepala BPBD bersama tim meninjau sejumlah lokasi rawan bencana yang kerap terdampak saat musim penghujan.

Salah satunya di kawasan Batu Meja RT 017, Kecamatan Sirimau Kota Ambon dimana kondisi jalan setapak masih bersifat darurat dan direncanakan akan direhabilitasi tahun ini oleh Dinas Pekerjaan Umum. Selain itu, peninjauan juga dilakukan di Batu Gajah yang mengalami fenomena pergerakan tanah, serta di Negeri Kilang yang infrastruktur jalannya mengalami kerusakan sejak 2025.

Dalam setiap kunjungan, BPBD berkoordinasi langsung dengan pemerintah setempat seperti lurah dan ketua RT, sekaligus menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim penghujan.

“Kami minta masyarakat sudah harus waspada ketika musim hujan mulai intens. Selain sosialisasi melalui media sosial, kami juga turun langsung ke lokasi-lokasi rawan,” jelasnya.

Peninjauan juga dilakukan di kawasan Hative Kecil yang sebelumnya mengalami tanah longsor dan berdampak pada beberapa rumah warga. Dari hasil evaluasi, lokasi tersebut tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah, mengingat salah satu faktor pemicu bencana adalah perilaku membuang sampah sembarangan.

“Faktor alam memang ada, tetapi ulah manusia seperti membuang sampah tidak pada tempatnya juga menjadi pemicu terjadinya bencana,” tegasnya.

Terkait distribusi air bersih, BPBD menegaskan, penentuan titik bantuan tidak ditetapkan sepihak, melainkan berdasarkan laporan masyarakat. Setelah menerima laporan, tim BPBD turun langsung melakukan verifikasi di lapangan.

“Kalau memang benar tidak ada ketersediaan air bersih atau warga harus membeli air melalui tangki, maka kami bantu dengan distribusi air bersih,” katanya.

BPBD berharap masyarakat terus aktif melaporkan potensi dan kejadian bencana, serta meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan guna meminimalkan risiko bencana di Kota Ambon. (Mg-1)

BERITA TERKAIT