AMBON, Siwalima.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon terus mematangkan persiapan pelaksanaan sensus ekonomi.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz kepada Siwalima.id, usai melakukan pertemuan bersama Walikota Ambon dan jajaran pemerintah kota, di Balai Kota Ambon, Jumat (8/5).
Dalam pertemuan tersebut kata Gaspersz, pihaknya melaporkan kesiapan pelaksanaan sensus, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada walikota beserta jajaran atas dukungan dalam proses sosialisasi yang telah dilakukan kepada seluruh OPD dan kecamatan di kota ini.
“Hari ini kami melakukan pertemuan dengan pak walikota dan jajaran untuk melaporkan persiapan sensus ekonomi di Kota Ambon, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah kota dalam proses sosialisasi yang telah dilakukan,” ucap Gaspersz.
Menurutnya, sosialisasi yang lebih dulu disampaikan kepada setiap OPD dan kecamatan tersebut, diharapkan dapat diteruskan hingga ke tingkat bawah, mulai dari ASN, kepala desa, raja, lurah hingga ketua RT se-Kota Ambon, agar seluruh masyarakat mengetahui adanya pelaksanaan sensus.
“Tujuannya supaya semua orang tahu, bahwa akan ada sensus, karena semua masyarakat akan di data,” ujar Gaspersz.
Ia menjelaskan, data hasil sensus memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah maupun nasional. Selain itu, data tersebut juga akan digunakan untuk pemutakhiran data sosial yang menjadi dasar penghitungan desil penerima bantuan sosial oleh Kementerian Sosial, termasuk di Kota Ambon.
“Data ini sangat penting untuk perencanaan pembangunan, tetapi juga untuk pemutakhiran data yang digunakan Kementerian Sosial dalam penghitungan desil penerima bantuan di Indonesia, khususnya Kota Ambon,” jelas Gaspersz.
Pada kesempatan itu, Pauline juga mengungkapkan, BPS Kota Ambon secara resmi telah membuka rekrutmen petugas sensus.
Pasalnya, Kota Ambon membutuhkan sekitar 235 petugas sensus yang nantinya akan diseleksi pada akhir bulan ini sebelum diumumkan hasil akhirnya.
Para petugas yang lolos seleksi kata Gaspersz, akan mengikuti pelatihan guna menyamakan pemahaman dan konsep kerja sebelum turun ke lapangan melakukan pendataan masyarakat.
“Mereka akan dilatih supaya memiliki kesamaan konsep dan saat turun di lapangan bisa mendapatkan data yang benar-benar akurat dari masyarakat,” jelas Gaspersz.(S-30)