AMBON, Siwalima.id - Tragedi bunuh diri kembali terjadi di atas Jembatan Merah Putih Kota Ambon. Kali ini, seorang pria lanjut usia yang diduga mengakhiri hidup dengan cara melompat dari jembatan yang menjadi icon Kota Ambon, Senin (27/4) malam.
Korban diketahui bernama Frans Juzuph alias La Bosa (67), seorang buruh harian lepas asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang sementara tinggal di sebuah rumah kos di Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIT di perairan Desa Galala. Saat kejadian, sejumlah warga yang sedang memancing di bawah JMP mendengar teriakan disusul suara hempasan benda ke laut.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan di Mapolresta, Selasa (28/4) menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, Zahman yang merupakan anggota Reskrimum Polda Maluku mengaku, awalnya mengira suara tersebut berasal dari sampah yang dibuang dari atas jembatan.
Namun karena merasa curiga, ia bersama rekan-rekannya kemudian menyisir area bawah jembatan menggunakan perahu.
“Tidak lama kemudian salah satu temannya erteriak menemukan korban di air,” ungkap Ipda Jane.
Korban kemudian dievakuasi ke atas perahu, Namun saat diperiksa, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jenazah selanjutnya dibawa ke pesisir pantai Desa Galala sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara Ambon.
Kapolsek Sirimau bersama personel piket langsung turun ke lokasi, setelah menerima laporan warga. Polisi juga melakukan identifikasi terhadap korban karena saat ditemukan tidak membawa identitas diri.
“Dari hasil penelusuran tim Inafis Polresta Ambon bersama Bhabinkamtibmas Desa Galala ke tempat kos korban di Hative Kecil, polisi akhirnya menemukan identitas berupa kartu tanda penduduk (KTP) milik korban,” jelas Ipda Jane.
Sementara itu, terungkap fakta lain sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Pemilik kos, Linda Natalia Talahatu (71), mengaku sempat mendatangi korban sekitar pukul 18.05 WIT setelah menerima pengakuan dari ponakannya yang masih berusia 9 tahun.
Anak tersebut mengaku, telah beberapa kali dicabuli oleh korban. Mendengar pengakuan itu, Linda langsung mendatangi tempat jualan korban dan menegur keras serta menyampaikan akan melaporkan dugaan perbuatan tersebut ke pihak kepolisian.
Beberapa jam kemudian, Linda mendapat informasi adanya seorang pria tua ditemukan meninggal di perairan Galala setelah diduga melompat dari JMP.
“Saat mendatangi ruang pemulasaran jenazah RS Bhayangkara Ambon, ia memastikan korban merupakan orang yang sama yang sebelumnya dituding mencabuli ponakannya,” ungkapnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pasti korban nekat melompat dari JMP. Namun korban diduga mengalami depresi sebelum mengakhiri hidupnya.
Saat ini jenazah masih berada di ruang pemulasaran RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga.(S-10)