AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memerintahkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mempercepat belanja pemda.
Percepatan belanja pemerintah dilakukan gubernur, sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku yang melambat sebesar 3.39 persen pada kuartal II tahun 2025.
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang mengungkapkan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Maluku pada kuartal II memang didasarkan pada beberapa indikasi, termasuk ekspor Maluku yang turun.
“Kita mesti akui, bahwa kondisi ini terjadi karena beberapa hal seperti ekspor kita yang agak menurun ditambah dengan realisasi belanja pemerintah atau government spending yang belum maksimal,” ungkap Kasrul kepada Siwalimanews di Piru, Selasa (30/9).
Pemprov kata Kasrul, tidak berdiam diri dengan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Maluku kuartal II ini tetapi terus berupaya untuk kembali menggeliatkan ekonomi.
Bahkan saat ini, gubernur telah menginstruksikan sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemda agar mempercepat belanja-belanja pemerintah sehingga uang lebih banyak beredar di pasar dan ekonomi bisa tumbuh.
Apalagi, sisa tiga bulan jelang tutup tahun anggaran ini, maka belanja pemda sudah harus dimaksimalkan dengan tetap mematuhi aturan bukan belanja secara sembrono tetapi belanja yang harus dapat dipertanggung jawabkan.
“Prinsipnya belanja pemerintah harus dipercepat, misalnya kalau ada proyek yang belum dilelang harus dilelang dan juga percepatan pembayaran TPP ASN. Kan TPP kita setiap bulan itu 14 miliar, artinya lumayan agar uang beredar di pasar dari belanja pegawai disamping belanja yang lain,” jelas Kasrul.
Selain itu, Pemprov juga berharap, agar lembaga vertikal, TNI dan polri juga dapat mempercepat belanja sehingga uang dapat berbeda dengan baik dan ekonomi dapat tumbuh.
“Belanja lembaga vertikal, TNI dan Polri itu kan cukup besar jadi akan membantu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.(S-20)