AMBON, Siwalima.id - Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Anggota Komisi I DPRD Maluku, Zain Syaiful Latukaisupy, mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menjunjung tinggi nilai toleransi dan menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Seruan ini disampaikan menyusul sejumlah konflik yang terjadi di beberapa titik di Maluku dalam waktu belakangan ini. Beberapa diantaranya terjadi di wilayah Hitumessing-Morela, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, serta insiden yang sempat mencuat di kawasan STAIN Ambon.
Menurut Latukaisupy, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas, terlebih menjelang bulan suci yang penuh makna bagi umat Muslim.
“Kita semua tentu ingin pelaksanaan ibadah puasa berjalan dengan aman, khusyuk dan penuh kedamaian sampai Hari Raya Idul Fitri, harapnya kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karpan Ambon, Rabu (18/2).
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus menahan diri dan mengedepankan dialog.
Ia juga meminta aparat kepolisian untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik yang bisa saja muncul.
Langkah preventif, menurutnya, sangat penting guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama Ramadhan berlangsung.
“Kami berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Deteksi dini sangat penting agar gesekan kecil tidak berkembang menjadi persoalan besar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menaruh harapan besar agar Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat harmoni di Bumi Raja-Raja.
“Kami berharap seluruh masyarakat Maluku benar-benar menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga semangat hidup orang basudara. Ramadan harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya,” tandasnya.
Ia menegaskan, stabilitas daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama termasuk seluruh elemen masyarakat.
“Dengan suasana yang aman dan damai, umat Muslim di Maluku pasti dapat menjalankan ibadah puasa hingga Lebaran dengan penuh ketenangan,” katanya.
Selain itu dengan kondisi aman dan damai maka seluruh warga tetap hidup rukun dalam bingkai toleransi.(S-26)