AMBON, Siwalima.id - DPRD mengingatkan PT PLN (persero) Unit Induk Wilayah Maluku Maluku Utara jangan padamkan listrik ketika bulan puasa berlangsung.
Pasalnya, ini terjadi, jelang perayaan Natal tahun 2025 lalu, dimana listrik padam di sejumlah wilayah, padahal PT PLN sendiri memastikan pasokan listrik aman.
Mengantisipasi terjadinya hal itu, Komisi II DPRD Maluku memanggil mitra untuk melakukan rapat dengar pendapat yang berlangsung di ruang komisi, Senin (2/2)
Rapat Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, John Laipeny itu menghadirkan Perum Bulog, PT Pertamina, PT PLN, serta instansi teknis lainnya.
“Hasil rapat itu, bisa kita pastikan ketersediaan stok pangan, BBM serta pasokan listrik di Maluku aman menjelang bulan Ramadan 1447 H,” jelas Laipeny.
Dalam rapat juga semua mitra menjamin stok pangan aman, beras aman, minyak aman, listrik aman.
“Sesuai hasil rapat yang kita lakukan, semua mitra sudah menyatakan aman menjelang puasa,” katanya kepada wartawan di Baileo Rakyat Karpan Ambon, Senin (2/2).
Ia menegaskan, jika di lapangan ditemukan persoalan, pihaknya tidak segan kembali memanggil mitra terkait untuk dimintai klarifikasi.
“Kalau tidak aman, kita panggil lagi. Pengalaman kemarin di bulan Desember, PLN menyampaikan pekerjaan selesai sebelum Natal, tapi faktanya masih terjadi pemadaman hingga perayaan Natal. Itu sudah diklarifikasi dan kali ini kami minta semua mitra kerja ekstra,” tegasnya.
Menurut Laipeny, Komisi II DPRD Maluku telah bersepakat dengan seluruh mitra agar meningkatkan kinerja demi menjamin kelancaran distribusi dan pelayanan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami meminta semua mitra kerja ekstra, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan berada dalam posisi aman,” katanya.
Terkait potensi kenaikan harga sembako, ia menyebut pengawasan berada di bawah kewenangan Disperindag bersama Komisi III DPRD Maluku.(S-26)