AMBON, Siwalima.id - Dua nelayan asal Sulawesi Tenggara yang sempat dilaporkan hilang akibat mati mesin dan hanyut selama beberapa hari di laut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan Asal Desa Abubu Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (19/3).
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan, kedua nelayan Sultra yang hanyut ini masing-masing, La Ode Johori (52) dan La Kasirudin (34).
Kedua nelayan ini, sebelumnya diketahui berangkat dari Pulau Wakatobi pada 7 Maret 2026 menuju Pulau Moromaho untuk membuat kopra. Setelah itu, pada 13 Maret, mereka melanjutkan perjalanan ke Pulau Binongko, namun tidak pernah tiba di tujuan.
"Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Wakatobi pada 17 Maret. Upaya pencarian sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil. Koordinasi pun dilanjutkan antara Kantor SAR Kendari dan Kantor SAR Ambon untuk memperluas pencarian” papar Arafah dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (20/3).
Kabar ditemukannya korban diterima Kantor SAR Ambon pada 19 Maret sekitar pukul 11.15 WIT. Dimana kedua nelayan ini ditemukan oleh warga Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, setelah berhari-hari hanyut di laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, langsung bergerak dari Posko Basarnas Pelabuhan Tulehu menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi penemuan.
Sekitar pukul 13.25 WIT, tim tiba di Pulau Nusalaut dan langsung melakukan evakuasi. Pada pukul 14.27 WIT, kedua korban berhasil dibawa ke atas KN SAR Bharata untuk selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Tulehu.
Muhamad Arafah menyampaikan, keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara Kantor SAR Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kantor SAR Ambon.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan saat ini masih dalam penanganan tim. Sesuai koordinasi dengan keluarga, keduanya akan dipulangkan ke daerah asal menggunakan KM Cirimai pada, Jumat (20/3) dini hari,” jelas Arafah.
Arafah mengaku, dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.(S-10)