SIWALIMA.id > Berita
Dubes Belanda Nobar di Ambon
Olahraga , Headline | Jumat, 19 Juni 2026 pukul 14:55 WIT

AMBON, Siwalima.id - Direncanakan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen akan tiba di Ambon, Jumat (19/6).

Kedatangan Dubes Belanda ke Ambon tujuannya untuk nonton bareng piala dunia antar Belanda vs Swedia pada Minggu (21/6) dini hari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dis­pora) Kota Ambon, Richard Luhukay mene­gaskan, seluruh persiapan terus dimatang­kan bersama pihak Kedutaan Besar Be­landa dan Konsulat Belanda di Ambon.

“Besok Duta Besar Belanda tiba di Kota Ambon. Persiapan di lapangan juga sudah berjalan dan kegiatan nonton bareng di­pastikan tetap dilaksanakan,” kata Luhukay kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Kamis (18/6)

Menurutnya, Dubes Belanda tidak datang sendiri, tetapi bersama sejumlah de­legasi dan perwakilan Kemen­terian Belanda yang akan meng­ikuti rangkaian kegiatan selama berada di Ambon.

Setibanya di Ambon, Dubes Be­lan­da dijadwalkan melakukan siaran langsung di RRI bersama Walikota Ambon pada pukul 10.00 WIT. Sete­lah itu rombongan akan menghadiri pertemuan dan sejum­lah agenda lainnya di Swiss-Bel­hotel Ambon.

Luhukay menjelaskan, pertandi­ngan yang akan disaksikan ber­sama tersebut berlangsung pada pukul 02.00 WIT dini hari atau su­dah memasuki tanggal 21 Juni 2026. Sebelum kick-off, panitia akan menghadirkan berbagai hibu­ran dan penyampaian informasi kepada masyarakat yang hadir.

Ia juga mengingatkan masya­ra­kat agar tidak memandang kegi­atan no­bar tersebut sebagai bentuk fana­tisme terhadap satu negara tertentu.

“Ini bukan kegiatan khusus untuk pendukung Belanda. Semua mas­yarakat dan pendukung dari negara mana pun bisa datang dan me­nonton bersama. Yang terpenting adalah menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Meski terbuka untuk umum, pa­nitia akan menyiapkan area khusus atau VIP mengingat kehadiran Duta Besar Belanda dan tamu-tamu resmi lainnya. Karena itu, masya­rakat diminta menghormati batas-batas area yang telah ditentukan.

Luhukay menegaskan, pihaknya bersama komunitas pendukung Belanda di Ambon juga terus berupaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif agar kegiatan berlangsung lancar tanpa menim­bulkan gesekan antarsuporter.

“Kami mengajak semua pihak menikmati pertandingan dengan suasana gembira dan penuh sukacita. Mari tunjukkan bahwa Ambon mampu menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Selain nobar, panitia juga me­nyiapkan sejumlah aksi sosial dan kegiatan pendukung, termasuk gerakan bersih-bersih usai acara. Seluruh peserta akan diajak membersihkan area Lapangan Merdeka setelah kegiatan selesai.

Bahkan, tidak menutup kemung­kinan akan ada pawai atau iring-iringan yang dilakukan para pen­dukung setelah pertandingan berakhir, dengan tetap memper­hatikan ketertiban dan keamanan.

Saat ini, kata Luhukay, progres persiapan kegiatan telah menca­pai sekitar 85 persen dan terus dikebut hingga hari pelaksanaan.

“Secara umum persiapan sudah mencapai 85 persen. Kami opti­mistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sukses,” tandasnya.

Kuat Ikatan

Kunjungan Dubes Belanda sebagai bentuk apresiasi atau reward bagi para pendukung Timnas Belanda yang berada di Maluku, khususnya di Kota Ambon.

Anggota DPRD Maluku, Rofik Akbar Afifudin, menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran per­wakilan resmi Pemerintah Belanda yang akan menyaksikan langsung militansi para pendukung Timnas berjuluk The Orange di Ambon.

“Sebagai Fans Fanatik, Kita tentu bangga karena ada keterwakilan Pemerintah Belanda yang berke­sempatan melihat langsung militansi fans Timnas Belanda di Kota Ambon,” ujar Rofik kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kamis (18/6).

Rofik menilai, fenomena kuatnya dukungan masyarakat Maluku terhadap Timnas Belanda tidak lepas dari sejarah panjang hubu­ngan kedua wilayah, termasuk dalam dunia sepak bola.

Ia menjelaskan, sejak masa ko­lonial hingga gelombang migrasi pasca kemerdekaan, banyak orang Maluku yang menetap di Belanda dan membentuk komunitas besar. 

Dari sana lahir generasi keturu­nan Maluku yang berkembang dalam dunia sepak bola Belanda dan sebagian pernah memperkuat Timnas Belanda.

Rofik berharap kunjungan Dubes Be­landa tidak hanya bersifat sere­monial, tetapi juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama di sektor ekonomi, pariwisata, dan budaya. “Harapan kami tentu ada tindak lanjut yang nyata, bukan hanya melihat antusiasme fans, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat Maluku,” tutupnya.(S-30/S-26)
 

BERITA TERKAIT