SIWALIMA.id > Berita
Dubes Belanda Tiba di Ambon, Walikota Dorong Kerja Sama Sepak Bola
Online | Jumat, 19 Juni 2026 pukul 15:57 WIT

AMBON, Siwalima.id - Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, tiba di Kota Ambon melalui Bandara Pattimura, Jumat (19/6) pagi.

Kedatangan Marc ke Kota Ambon, dalam rangka menghadiri kegiatan nonton bareng piala dunia 2026 antara tim nasional Belanda vs Swedia.

Kedatangan Dubes Belanda itu, disambut perwakilan Pemerintah Kota Ambon, serta Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon. Setelah mendarat, Marc Gerritsen langsung menuju Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Jalan Dana Kopra, sebelum mengikuti sejumlah agenda resmi di Kota Ambon.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, setibanya di Ambon, Dubes Belanda langsung mengikuti siaran langsung bersama dirinya di Radio Republik Indonesia (RRI) pada pukul 10.00 WIT.

“Setibanya di Ambon, Dubes Belanda melakukan siaran langsung di RRI bersama saya pada pukul 10.00 WIT. Setelah itu, rombongan menghadiri sejumlah pertemuan dan agenda lainnya di Swiss Belhotel,” ujar walikota kepada Siwalima.id di Balai Kota, Jumat (19/6)

Kehadiran Dubes Belanda di Ambon kata walikota, bukan sekadar menghadiri kegiatan nobar saja, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Ambon dan Belanda di berbagai bidang.

Ia menilai sepak bola memiliki kekuatan besar sebagai sarana pemersatu masyarakat lintas negara, budaya, dan identitas.

“Sepak bola bukan hanya olahraga. Ini sudah menjadi identitas sebuah bangsa. Dukungan terhadap sepak bola melintasi batas negara, budaya dan waktu. Karena itu, sepak bola mampu menjadi ruang pemersatu yang luar biasa,” tandas walikota.

Walikota juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Ambon terhadap Timnas Belanda, yang menurutnya memiliki hubungan historis dan emosional dengan warga Maluku.

“Banyak warga Maluku yang tinggal di Belanda. Bahkan ada pemain-pemain Timnas Belanda maupun pemain keturunan Maluku yang menjadi bagian dari perkembangan sepak bola di sana. Karena itu dukungan masyarakat Ambon terhadap Belanda adalah sesuatu yang wajar,” ujar walikota.

Walikota juga menyampaikan harapannya agar hubungan baik dengan Pemerintah Kerajaan Belanda dapat diperluas ke sektor olahraga, khususnya sepak bola.

Hingga saat ini, Kota Ambon belum memiliki stadion sepak bola yang representatif, padahal potensi talenta muda sepak bola di daerah ini sangat besar.

“Kami memiliki mimpi besar. Mungkin ke depan ada klub-klub sepak bola di Belanda yang bisa membuka sekolah sepak bola di Kota Ambon. Siapa tahu ada anak-anak Ambon yang nantinya bermain di klub-klub besar Belanda. Peluang itu terbuka dan perlu diperjuangkan bersama,” tutur walikota.

Selain bidang olahraga kata walikota, Pemerintah Kota Ambon juga terus menjajaki penguatan kerja sama dengan sejumlah kota di Belanda. Saat ini Ambon telah memiliki hubungan kota bersaudara dengan Vlissingen dan tengah menjajaki peluang kerja sama dengan kota lainnya di Belanda.

Terkait pelaksanaan nobar Belanda kontra Swedia yang akan berlangsung pada Minggu dini hari, 21 Juni 2026 pukul 02.00 WIT di Lapangan Merdeka Ambon, walikota menegaskan, kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang negara yang didukung.

“Ini bukan kegiatan khusus pendukung Belanda. Pendukung Inggris, Jerman, Argentina, atau negara lain juga silakan datang. Yang penting kita menikmati sepak bola bersama dalam suasana persaudaraan,” tegas walikota.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai pemicu konflik maupun gesekan antar suporter.

“Silakan merayakan kemenangan, silakan bergembira. Tetapi jangan sampai dukung-mendukung membuat kita bermusuhan. Menang senang, kalah juga harus tetap senang. Yang paling penting adalah menjaga persaudaraan,” pinta walikota.

Walikota juga menghimbau seluruh warga yang hadir untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung dengan tidak membuang sampah sembarangan. Panitia, telah menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan interaktif sebelum pertandingan dimulai guna menambah kemeriahan acara.

Ia berharap, nobar bersama Dubes Belanda tersebut tidak hanya menjadi tontonan sepak bola semata, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, dan semangat persaudaraan masyarakat Ambon di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi.

“Di tengah kondisi ekonomi dan berbagai tantangan yang ada, masyarakat tetap bisa bergembira dan menikmati kebersamaan. Ini menjadi harapan baik bagi Kota Ambon untuk terus menjaga persatuan dan semangat hidup bersama,” pungkas walikota.(S-30)

BERITA TERKAIT