AMBON, Siwalima.id - Wakil Ketua Umum I PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia, Laksdya Edwin berharap, pengurus dayung Maluku mampu memperkuat organisasi dan meningkatkan prestasi atlet dayung daerah.
“Organisasi yang kuat harus didukung perencanaan program yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya saat pelantikan kepengurusan PODSI maluku yang berlangsung di Aula Kodaeral IX, Halong, Kamis (4/6).
Edwin menilai, Maluku memiliki potensi besar dalam olahraga dayung. Karena itu, pengurus baru perlu memperkuat konsolidasi organisasi, menjalin kerja sama dengan pemerintah dan KONI.
Selain itu juga menggandeng sektor swasta guna mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan secara rutin.
Menurutnya, PB PODSI juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelatih dan wasit melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang didukung pemerintah pusat.
“Kita memiliki tantangan besar ke depan, termasuk mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games 2026 di Jepang serta target jangka panjang meraih prestasi pada ajang Olimpiade,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan peningkatan prestasi olahraga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam periode kepemimpinannya 2025–2030.
Ia mengakui prestasi olahraga Maluku dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dibanding sejumlah daerah lain. Namun kondisi tersebut harus dijadikan motivasi untuk melakukan pembenahan.
“Kita harus jujur melihat fakta prestasi olahraga Maluku mengalami kemunduran. Tetapi itu harus menjadi pemacu untuk menggerakkan seluruh energi dan sumber daya guna membangkitkan kembali kejayaan olahraga Maluku,” ujar Hendrik.
Olahraga dayung lanjutnya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat Maluku yang sejak dahulu dikenal sebagai masyarakat maritim.
“Dayung sesungguhnya ada dalam DNA masyarakat Maluku. Tradisi melaut dan berbagai lomba perahu yang berkembang di masyarakat menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet dayung berprestasi,” katanya.
Dirinya Ia juga memastikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku akan digelar pada 2027 sebagai ajang seleksi dan pembinaan atlet menuju PON XXII.
“Kita ingin atlet yang dikirim benar-benar hasil pembinaan dan memiliki peluang berprestasi. Karena itu pembinaan harus dilakukan secara serius sejak sekarang,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Maluku, Sam Latuconsina mengingatkan kepada pengurus baru agar tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan organisasi.
Cabor dayung selama ini katanya, menjadi salah satu cabang unggulan yang kerap menyumbangkan prestasi bagi Maluku pada berbagai ajang olahraga nasional.
“Prestasi olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat daerah. Karena itu diperlukan dedikasi dan kerja keras seluruh pengurus untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga Maluku,” kata Sam.
Ia juga mengajak seluruh cabang olahraga di Maluku mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2027 sebagai langkah strategis menuju PON mendatang.
Untuk diketahui, Muhammad Ulwan Talaohu terpilih untuk menjadi Ketua PODSI Maluku masa bakti 2023-2027.(S-25)