SIWALIMA.id > Berita
ERB Dimulai, Pemerintah Pastikan Masyarakat Gunakan Rupiah
Ekonomi | Kamis, 30 April 2026 pukul 13:46 WIT

AMBON, Siwalima.id - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menyebut pemerintah harus memastikan masyarakat menggunakan rupiah sebagai alat tukar.

Kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia, menurutnya, selain aspek hukum, penggunaan mata uang juga menjadi faktor penting dalam memperkuat klaim kedaulatan suatu wilayah.

“Bahasanya memang bahasa Indonesia, tetapi alat tukarnya menggunakan ringgit. Ini menjadi pelajaran penting kedaulatan moneter harus dijaga,” kata Vanath ketika melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IX, Ambon, Rabu (29/5).

Dikatakan kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui pertahanan militer, tetapi juga melalui aspek moneter, khususnya penggunaan rupiah sebagai alat transaksi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita semua yang hadir di sini adalah bagian dari pemerintah yang memiliki tugas masing-masing. TNI menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi kita juga harus sadar alat ketahanan nasional itu juga uang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi wilayah Maluku yang berbatasan langsung dengan negara lain, seperti Maluku Barat Daya yang memiliki kedekatan geografis dan kultural dengan masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste.

Interaksi sosial dan ekonomi lintas batas masih kerap terjadi, sehingga diperlukan kehadiran negara, termasuk melalui distribusi Rupiah yang layak edar.

“Kita harus memastikan masyarakat menggunakan uang yang layak. Di kampung-kampung, masyarakat masih menyimpan uang seadanya dan menggunakan uang yang sudah tidak layak,” harapnya.

Menurutnya kehadiran Bank Indonesia melalui ekspedisi ini sangat penting untuk memastikan kualitas uang yang beredar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kekuatan Rupiah harus menjadi alat pemersatu. Kita tidak boleh memberi ruang bagi perpecahan yang bisa dimanfaatkan pihak luar,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas sinergi dalam menjalankan ERB.

Ia pun mendoakan agar seluruh tim yang bertugas dapat menjalankan misi dengan aman dan sukses serta membawa manfaat bagi masyarakat Maluku, khususnya di wilayah 3T.

Jangkau Pulau 3T

Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 kembali menyasar daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Maluku.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang berkualitas, terpercaya, dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, wilayah Maluku yang tersebar dari utara hingga selatan serta berbatasan dengan negara lain menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi uang.

Karena itu, BI bersinergi dengan TNI Angkatan Laut untuk menjangkau wilayah 3T.

Kerja sama tersebut telah berlangsung sejak 2012, dengan capaian menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan ekspedisi. Pada 2026, kita menargetkan 23 ekspedisi yang akan menjangkau 115 pulau.

Khusus di Maluku, ekspedisi kedua tahun ini berlangsung pada 29 April hingga 6 Mei dengan sasaran Pulau Kur, Pulau Teor, Pulau Kesui, Pulau Seram, Pulau Buru dan Pulau Manipa.

"Kegiatan ini menggunakan kapal perang KRI Dorang 874,"katanya.

Selain layanan penukaran uang Rupiah, ekspedisi ini juga mencakup edukasi cinta, bangga dan paham (CBP) rupiah, layanan kesehatan gratis dari TNI AL, edukasi bela negara, serta edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat pesisir.

Sementara itu, sambutan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut yang dibacakan oleh Wadan Koderal IX, Laksamana Pertama TNI Muhammad Risahdi menegaskan pentingnya sinergi antara BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara.

“Bank Indonesia menjaga kedaulatan melalui Rupiah, sedangkan TNI Angkatan Laut menjaga wilayah perairan. Kedua peran ini saling melengkapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, TNI AL mengerahkan unsur kapal patroli sebagai sarana utama untuk mendukung distribusi uang hingga ke wilayah terpencil.

"Ekspedisi ini menempuh jarak pelayaran sekitar 759 mil laut selama delapan hari," ujarnya. (S-25)

BERITA TERKAIT