SIWALIMA.id > Berita
Festival Imlek Meriahkan Kota Ambon
Online | Senin, 16 Februari 2026 pukul 15:25 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menggelar Festival Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Pattimura Park, Sabtu (14/2). 

Festival ini tidak sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi bagian dari kalender pariwisata Kota Ambon, sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Ketua Panitia Penyelenggara, Sandra Berhitu menegaskan, Festival Imlek bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian serta semangat berbagi sukacita.

“Imlek mengajarkan kita pentingnya kebersamaan, rasa saling peduli, serta refleksi atas nilai kebajikan, keharmonisan dan rasa syukur. Karena itu, kami mengemasnya sebagai ruang berbagi dan memperkuat hubungan antar sesama,” ucap Berhitu.

Berkaca dari keberhasilan event sebelumnya yang berdampak pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor ekonomi kreatif tahun 2025 hingga mencapai lebih dari Rp158 miliar, Berhitu berharap, festival ini menjadi agenda tetap tahunan Pemerintah Kota Ambon.

Tahun ini, festival melibatkan 84 pelaku UMKM yang merepresentasikan 17 sub sektor ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan pameran UMKM, lomba fashion show yang diikuti 66 anak usia 5-12 tahun, hingga pementasan barongsai di sejumlah ruas jalan Kota Ambon yang menyemarakkan suasana serta dilanjutkan dengan pentas seni dan hiburan rakyat.

Kegiatan ini dinilai selaras dengan 17 Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2025-2030, khususnya pembangunan ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network.

Sementara itu, Pembina Yayasan Simpati, Hengky Tandelilin pada kesmepatan itu, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Ambon menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026.

“Tahun ini kami tidak mengadakan pesta, tetapi pelayanan kasih. Bantuan akan diserahkan secara simbolis oleh Pak Walikota, kemudian kami lanjutkan dengan mengunjungi langsung penerima bantuan agar mereka benar-benar merasakan kepedulian,” ungkap Hengky.

Ia juga menyatakan dukungan penuh warga Tionghoa terhadap program prioritas pemerintah, termasuk penanganan sampah dan kebersihan kota, serta membuka ruang kolaborasi lanjutan dalam kegiatan sosial dan dukungan sarana prasarana.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena pada kesempatan itu, mengingatkan bahwa sejak 2024, perayaan Imlek telah ditetapkan sebagai bagian dari kalender pariwisata Kota Ambon.

Pemkot akan mengagendakan sedikitnya empat event besar setiap tahun, yakni Festival Jalan Salib, Festival Ramadhan, Festival Imlek, dan Festival Santa Claus sebagai atraksi budaya berbasis keberagaman agama.

“Kalau hanya menjual wisata alam, itu tidak cukup. Kita perlu menghadirkan atraksi budaya bernuansa agama yang memberi nilai tambah bagi pariwisata Kota Ambon,” tandas walikota.

Menurutnya, pendekatan ini merupakan strategi membangun daya tarik kota berbasis toleransi dan inklusivitas, sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang terbuka dan harmonis.

Walikota juga mengajak masyarakat membiasakan penyebutan “warga Kota Ambon keturunan Tionghoa” sebagai bentuk penegasan identitas kebersamaan.

“Kita letakkan Ambon di depan. Beta par Ambon itu harus terwujud dalam tindakan nyata. Ambon par samua berarti seluruh warga mendapat akses yang sama untuk bersukacita dan merayakan keyakinannya,” ucap walikota.

Apresiasi turut disampaikan kepada Yayasan Simpati yang pada perayaan Imlek tahun ini memilih fokus pada aksi pelayanan kasih dibanding pesta seremonial.

Walikota menyebut, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pengadaan gerobak sampah untuk menjangkau lorong-lorong permukiman yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.

Festival Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi simbol kuat harmoni sosial di Kota Ambon. Pemerintah Kota menegaskan komitmennya menjadikan perayaan keagamaan sebagai ruang edukasi budaya, penguatan ekonomi kreatif, sekaligus aksi nyata kepedulian sosial.

“Atas nama Pemkot Ambon, kami mengucapkan Selamat Merayakan Imlek 2577 Kongzili 2026 kepada seluruh warga Kota Ambon keturunan Tionghoa. Semoga semangat persaudaraan dan kebersamaan terus terjaga di kota yang kita cintai ini,” tutur walikota.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pelaku usaha, Festival Imlek tahun ini menegaskan, bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan energi pembangunan yang menggerakkan Ambon menuju kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.(Mg-1)

BERITA TERKAIT