SIWALIMA.id > Berita
Gempa 5.3 Guncang Tiga Daerah di Maluku
Daerah | Kamis, 26 Juni 2025 pukul 22:35 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5.3 mengguncang tiga wilayah di Provinsi Maluku, Rabu (25/6).

Tiga wilayah yang di­guncang gempa yang terjadi pada pukul 08:12 WIT itu masing- masing di daerah Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Wermak­tian, di Kabupaten Tanim­bar dan Dawelor Dawera di Kabupaten MBD.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dar­yono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (25/6) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,44° Lintang Sela­tan, 130,43° Bujur Timur, atau tepat­nya berlokasi di laut pada jarak 195 kilo meter arah Barat Laut Tanimbar, pada kedalaman 149 kilo meter,” tulis Daryono dalam rilis tersebut.

Menurut Daryono, dengan mem­perhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sum­ber menunjukkan, gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” jelas Daryono.

Berdasarkan estimasi peta gun­cangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di dae­rah Amahai, Wermaktian, dan Da­welor Dawera dengan skala inten­sitas III MMI atau geteran dirasakan nyata dalam rumah/ getaran terasa bagaikan truk berlalu.

“Hingga saat ini, belum ada lapo­ran dampak kerusakan yang di­timbulkan akibat gempa bumi tersebut. Namun hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis Daryono.

Hingga pukul 08.30 WIT, berda­sarkan hasil monitoring BMKG, be­lum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Walaupun demikian, masya­rakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung­jawab­kan kebenarannya.

“Hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan ba­ngunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbau Daryono.(S-06)

BERITA TERKAIT