AMBON, Siwalimanews – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5.3 mengguncang tiga wilayah di Provinsi Maluku, Rabu (25/6).
Tiga wilayah yang diÂguncang gempa yang terjadi pada pukul 08:12 WIT itu masing- masing di daerah Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, WermakÂtian, di Kabupaten TanimÂbar dan Dawelor Dawera di Kabupaten MBD.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG DarÂyono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Rabu (25/6) menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.
âEpisenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,44° Lintang SelaÂtan, 130,43° Bujur Timur, atau tepatÂnya berlokasi di laut pada jarak 195 kilo meter arah Barat Laut Tanimbar, pada kedalaman 149 kilo meter,â tulis Daryono dalam rilis tersebut.
Menurut Daryono, dengan memÂperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda.
âHasil analisis mekanisme sumÂber menunjukkan, gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),â jelas Daryono.
Berdasarkan estimasi peta gunÂcangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di daeÂrah Amahai, Wermaktian, dan DaÂwelor Dawera dengan skala intenÂsitas III MMI atau geteran dirasakan nyata dalam rumah/ getaran terasa bagaikan truk berlalu.
âHingga saat ini, belum ada lapoÂran dampak kerusakan yang diÂtimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Namun hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,â tulis Daryono.
Hingga pukul 08.30 WIT, berdaÂsarkan hasil monitoring BMKG, beÂlum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Walaupun demikian, masyaÂrakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungÂjawabÂkan kebenarannya.
âHindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan baÂngunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,â himbau Daryono.(S-06)