AMBON, Siwalima.id - Gempa dengan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Laut Banda, Minggu (25/1), namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.
Gempa yang terjadi pada pukul 13.22.32 WIT tersebut, berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.2.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu, (25/1) menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,23° Lintang Selatan; 130,69° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 205 Km barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku pada kedalaman 136 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” tulis Daryono dalam rilis tersebut
Daryono mengungkapkan, gempa bumi ini dirasakan di Saumlaki dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono
Hingga pukul 13.40 WIB, lanjutnya, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbaunya.
Dia meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-27)