SIWALIMA.id > Berita
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Laut Banda
Daerah | Senin, 26 Januari 2026 pukul 14:49 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gempa dengan magni­tudo 5,3 mengguncang wi­layah Laut Banda, Minggu (25/1), namun gempa ter­sebut tak berpotensi tsunami.

Gempa yang terjadi pada pukul 13.22.32 WIT ter­se­but, berdasarkan hasil ana­lisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.2. 

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryo­no dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu, (25/1) menjelaskan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,23° Lintang Selatan; 130,69° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 205 Km barat laut Kepulauan Tanimbar, Maluku pada kedala­man 136 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipo­sen­ternya, gempa bumi yang ter­jadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya defor­masi batuan dalam Lempeng Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” tulis Daryono dalam rilis tersebut 

Daryono mengungkapkan, gem­pa bumi ini dirasakan di Saumlaki dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelas Daryono

Hingga pukul 13.40 WIB, lanjutnya, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang memba­hayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbaunya.

Dia meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-27)

BERITA TERKAIT