SIWALIMA.id > Berita
Gerakan Ambon Bersih, Hijau, Asri dan Nyaman Dilaunching
Pemerintah Kota Ambon , Suplemen | Senin, 2 Maret 2026 pukul 12:56 WIT

WALIKOTA Ambon, Bodewin Wattimena, melaunching Gerakan tambahan ‘Gerakan Kota Ambon Bersih, Hijau, Asri dan Nyaman’ dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dan Festival Lingkungan Hidup bertema Arika Kalesang Negeri, Sabtu (28/2), di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan.

Dalam sambutannya, Walikota menegaskan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional harus menjadi momentum perubahan pola pikir masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Saya berharap kita semua mengubah cara berpikir. Seperti yang sudah disampaikan Bapak Raja, kalesang itu dimulai dari diri sendiri dan dari keluarga,” ujar Wattimena.

Ia menekankan, warga Kota Ambon yang sebagian besar merupakan masyarakat adat harus menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.

“Tidak boleh lagi hidup tidak bersih di dalam rumah dan pribadi. Sampah harus menjadi tanggung jawab kita semua. Kalau tidak dimulai dari diri sendiri, sampah akan terus menjadi masalah,” tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, saat ini masih berada pada tahap sosialisasi penindakan terhadap pembuangan sampah sembarangan. Namun mulai Juni mendatang, penindakan tegas akan diberlakukan.

“Sementara kita lakukan sosialisasi. Bulan Juni kita mulai penindakan. Yang buang sampah sembarangan akan didenda Rp 1 juta. Saya akan menandatangani Peraturan Wali Kota untuk denda tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang tidak ingin dikenakan denda cukup membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau tidak mau bayar, jangan buang sembarang. Buang sampah di tempatnya supaya tidak kena denda,” ujarnya.

Walikota juga mengungkapkan, masyarakat yang melaporkan pelanggaran akan mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu dari total denda Rp1 juta. Mekanisme teknis akan diatur oleh Dinas terkait berdasarkan Peraturan Wali Kota dan Peraturan Daerah yang berlaku.

“Mesti ada yang jadi contoh. Kalau tidak, tidak ada yang peduli,” tandasnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, sejalan dengan gerakan nasional ASRI. 

Pemerintah Kota Ambon kemudian mengimplementasikannya dalam gerakan perubahan tingkat daerah melalui Gerakan Kota Ambon Bersih, Hijau, Asri dan Nyaman.

Sementara itu, Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, perwakilan Bank Indonesia Maluku, Otoritas Jasa Keuangan Maluku, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Provinsi Maluku, Balai Perhutanan Sosial Wilayah III Maluku, jajaran OPD Kota Ambon, aparat keamanan, akademisi Universitas Pattimura, tokoh adat, Saniri Negeri, serta masyarakat Negeri Rutong.

Ia menegaskan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional bukan sekadar kerja bakti atau kegiatan seremonial.

“Hari ini bukan sekadar hari kerja bakti atau hari pungut sampah. Ini adalah hari kesadaran. Negeri yang kotor bukan karena kurang sapu, tetapi karena kurang peduli,” ujarnya.

Menurutnya, sampah merupakan cermin kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Membuang sampah sembarangan sama dengan membuang tanggung jawab.

“Kalau kita biarkan sungai, pantai, dan kebun penuh sampah, itu tanda kita lupa bahwa alam ini bukan milik kita sendiri, melainkan titipan Tuhan dan leluhur untuk anak cucu,” tegasnya.

Ia menambahkan, kalesang negeri adalah amanat, bukan pilihan. Merawat negeri bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Kalau kita mengaku orang beradab tapi masih buang sampah sembarangan, maka adat hanya simbol. Kalau kita mengaku beriman tapi merusak alam, maka iman belum menjadi penguatan dalam hidup,” katanya.

Raja Negeri Rutong juga mengajak orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini, termasuk kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.(Mg-1)

BERITA TERKAIT