SIWALIMA.id > Berita
Gubernur: Distribusi Guru dan Tenaga Medis Harus Merata
Online | Sabtu, 20 September 2025 pukul 22:58 WIT

DOBO, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, minta agar distribusi tenaga guru dan tenaga kesehatan, harus merata hingga di pelosok desa.

Pasalnya, selama ini terjadi ketimpangan distribusi tenaga guru dan tenaga kesehatan sangat berdampak terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan di Maluku.

Permintaan itu disampaikan gubernur, saat dialog tentatif bersama Forkompinda dan kelompok masyarakat Aru di Latai II Gedung BPKAD Aru, Jumat (19/9).

Menurut gubernur, harus ada kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta adanya insentif khusus dari bupati/walikota bagi tenaga guru dan tenaga kesehatan di daerah terpencil.

Ada satu gambaran yang sangat paradox yakni, kualitas pendidikan di Maluku rendah yang diakibatkan masalah distribusi tenaga guru dan kesehatan yang tidak merata di berbagai sekolah dan Puskesmas.

“Saya menemukan ada banyak sekolah dan fasilitas kesehatan di Maluku, terutama daerah yang terpencil, distribusi tenaga kerjanya masih kurang,” ujar gubernur.

Gubernur mengaku, ada satu dua guru yang mengajar di dua hingga tiga kelas, ini kondisi yang tidak boleh terjadi, dimana di satu sekolah pada di suatu daerah, terjadi penumpukan tenaga pengajar, sementara di tempat lain alami kekurangan tenaga pengajar.

Untuk itu, bupati dan walikota ditantang untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Sebab, ini berhubungan dengan naluri yang paling dasar dari manusia, sebab bukan tidak ada guru dan tenaga kesehatan, tetapi sebenarnya dari mereka ada yang enggan ditempatkan di tempat-tempat terpencil.

“Sebagai ASN harus siap, sudah mengambil keputusan tersebut, maka dia sudah siap ditempatkan di mana saja, jika itu di pegunungan Seram Utara, buru atau lainnya,” tandas gubernur.

Selain persoalan distribusi guru, gubernur juga menyoroti persoalan kesehatan, sebab ada banyak puskesmas yang tidak miliki tenaga dokter, kemudian ada tenaga kesehatannya, namun tidak ada gedung puskesmasnya.

“Masalah kita hari ini sangatlah kompleks, karena itu saya mendorong kepala kepala daerah untuk memberi insentif kepada mereka, tenaga guru dan tenaga kesehatan di daerah terpencil, karena ini berhubungan dengan hati nurani kita sebagai manusia. Oleh sebab itu, mesti ada alokasi APBD untuk bisa memberi insentif dalam batas-batas kemampuan fiskal,” ucap gubernur.(S-11)

BERITA TERKAIT