AMBON, Siwalima.id - Kebakaran hebat melanda kapal cepat KM Express Bahari 9B di Pelabuhan Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (21/4), sekitar pukul 21.50 WIT. Insiden tersebut sontak memicu kepanikan warga di sekitar pelabuhan.
Kapolsek Saparua, AKP Semmy J Leimena, mengungkapkan peristiwa bermula dari aktivitas teknisi mesin kapal sebelum akhirnya terjadi gangguan yang diduga menjadi pemicu kebakaran.
“Teknisi sempat menyelesaikan pekerjaan di mesin sebelah kiri, kemudian naik ke atas. Tidak lama berselang, lampu kapal tiba-tiba padam,” ungkap Leimena.
Situasi berubah cepat ketika asap tebal mulai terlihat dari kamar mesin. Dua anak buah kapal (ABK) yang berada di lokasi berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun gagal karena kobaran api sudah membesar.
“Kedua ABK sempat meminta bantuan warga, tetapi api terus membesar dan tidak bisa dikendalikan,” jelasnya.
Kapten kapal, Rusli Rumalean (38), yang saat itu berada di ruang VIP, juga sempat mencoba menyelamatkan situasi. Ia bergegas menuju kamar mesin setelah melihat asap dari buritan, namun kondisi sudah tidak memungkinkan.
“Kapten sempat mencoba memadamkan api, tetapi karena asap tebal dan sulit bernapas, ia terpaksa keluar untuk meminta pertolongan,” kata Leimena.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp900 juta.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran kapal tersebut. (S-10)