AMBON, Siwalima.id - Diduga akibat gangguan mesin, KM Sabuk Nusantara 106 menabrak permukiman warga di Desa Administratif Nusantara, Kecamatan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4)
Peristiwa tersebut terjadi, disaat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Banda Neira setelah berlayar dari Pelabuhan Amahai. Dalam kejadian ini tak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kapolsek Banda Neira AKP M Kasim Rahanyamtel menjelaskan, kapal dengan kapasitas 1.259 gross tonage dengan memiliki daya angkut 398 penumpang itu, diawaki oleh 20 ABK.
Menurut kapolsek, berdasarkan penjelasan dari nahkoda kapal Djefri Djoni Laritmas (52) menjelaskan, kejadian ini bermula saat kapal bersiap bersandar di dermaga sekitar pukul 09.00 WIT yang ditandai dengan persiapan bersandar diperintahkan kepada seluruh ABK dan penumpang.
Saat kapal berada sekitar 500 meter dari dermaga, mesin dinetralkan untuk mengurangi lajunya. Namun, meski telah dilakukan manuver mundur, kapal tetap bergerak maju.
“Setelah tali tambat terpasang, kapal masih memiliki laju ke depan. Perintah untuk memundurkan kapal sudah diberikan, tetapi mesin tetap berputar maju,” ucap nahkoda kapal seperti yang dikutip kapolsek dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Selasa (28/4).
Upaya darurat kata kapolsek terus dilakukan dengan membunyikan suling kapal sebagai peringatan kepada warga serta menjatuhkan jangkar guna memperlambat laju kapal. Namun, kendali kapal tidak optimal akibat gangguan pada handle throttle, sehingga kapal tidak merespons perintah mundur.
Akibatnya, kapal menabrak bagian permukiman warga di sekitar pelabuhan. Mesin kapal kemudian dimatikan secara manual, sebelum akhirnya kapal dapat dikendalikan kembali menggunakan mesin sebelah kiri dan bersandar di dermaga.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dua warga dilaporkan mengalami kerugian materiil. Seorang warga atas nama Najran Sabban, mengalami kerusakan pada satu unit long boat berbodi fiber dan mesin katinting miliknya. Dua kamar Penginapan Rahmat milik La Ode Umar mengalami kerusakan yang cukup parah,” ujar kapolsek.
Pihak kepolisian lanjut kapolsek, telah melakukan koordinasi dengan PT Pelni Kantor Cabang Banda serta mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak kapal.
Dugaan sementara, insiden ini terjadi, akibat kelalaian yang diperparah gangguan teknis pada mesin kapal, khususnya pada sistem throttle mesin kanan.
Sementara itu, Camat Banda, Handayani Hassanusi membenarkan adanya kejadian tersebut, namun hingga kini, pihak kecamatan belum menerima laporan resmi dari instansi terkait.
“Belum ada laporan resmi yang kami terima. Kami masih menunggu informasi apakah ini disebabkan human error atau faktor teknis lainnya,” ungkap Hassanusi melalui pesan WhatsApp.(S-24/S-17)