AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto mendampingi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Kejaksaan Agung, Andryansah serta Kasum TNI, Letjen Richard Taruli H. Tampubolon meninjau aktivitas di kawasan Gunung Botak.
Peninjauan dilakukan dari udara menggunakan pesawat milik TNI AL jenis CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang lepas landas dari Bandara Pattimura, Senin (13/4).
Hadir dalam peninjauan di kawasan Gunung Botak yakni Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Mantan Pangdam XV Pattimura Mayjen TNI Gatot Sri Handoyo, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Sugeng Sugiharto, serta jajaran pimpinan OPD terkait lainnya.
Dari hasil pemantauan udara, tim memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sebaran aktivitas penambangan ilegal, kondisi geografis kawasan, hingga potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan di Gunung Botak.
Kapolda dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (14/4) menegaskan peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini aktivitas Peti di Gunung Botak yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.
“Peninjauan ini penting untuk melihat kondisi riil di lapangan, sehingga langkah penanganan yang diambil dapat tepat sasaran. Kami siap mendukung penuh penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di lokasi tambang Gunung Botak,” tegas jenderal bintang dua tersebut.
Ia mengatakan penanganan aktivitas tambang ilegal di kawa-san GB tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Satgas PKH dalam mendukung penertiban kawasan hutan serta penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di wilayah Maluku,” janjinya
Usai peninjauan udara, rombongan dijadwalkan menggelar rapat terbatas di Kantor Gubernur untuk membahas langkah lanjutan penanganan kawasan GB. (S-25)