AMBON, Siwalimanews – Upaya gubernur untuk melakukan penataan kawasan Pesisir Teluk Ambon, mulai terlihat dengan dilakukannya survei awal rencana pembangunan coastal road.
Survei awal ini, dilakukan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PU melalui Nasional Urgent Development Planning (NUDP) di Ambon, Selasa (26/8).
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang menjelaskan, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah merupakan salah satu badan yang bertanggung jawab terhadap kerja-kerja infrastruktur di Kementerian PU.
“Tim BPIW datang ke Ambon diperintahkan langsung kepala BPIW untuk melakukan survei terhadap rencana coastal road development di Kota Ambon dan sebelum melakukan survey, mereka sudah menemui pak gubernur untuk mengali ide terkait rencana tersebut,” ungkap Kasrul kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (26/8).
Kasrul mengaku, coastal road development merupakan terobosan gubernur dalam menciptakan akses jalan yang lebih baik, guna mengurai kemacetan pada beberapa titik yang selama ini terjadi di Kota Ambon.
Tak hanya itu, rencana pembangunan ini juga, nantinya akan menambah estetika dengan menyediakan lokasi-lokasi sebagai pusat bisnis baru di tepi laut di kawasan Teluk Ambon.
“Perjuangan pak gubernur selama ini dengan mengetok pintu beberapa kementerian dan lembaga kini dijawab oleh Kementerian PU, karena itu mari kita dukung kerja-kerja pak gubernur untuk perbaikan Maluku kedepan,” pinta Kasrul.
Menurut Kasrul, jika pemerintah membangun jalan di darat, tentu memerlukan biaya yang besar karena harus melakukan pembebas lahan, sedangkan jika dibangun di tepi pantai, justru tidak membutuhkan anggaran sebesar di darat.
Coastal road development dalam perencanaannya, akan dibangun dalam tiga segmen, yakni segmen pertama dimulai dari daerah kota jawa hingga Tanjung Martafons, segmen kedua, dimulai dari tanjung martafons menuju RS Siloam dan segmen ketiga, dimulai dari RS Siloam menuju Pelabuhan Yos Sudarso dengan total panjang jalan 21 kilometer.
“Survey ini meliputi titik-titik yang akan dilalui coastal road, tapi karena ini adalah urban development, maka dilakukan survei dengan isu lainnya. Survei ini dilakukan sebelum pembuatan masterplan, DED dan sebagainya atau yang disebut dengan pra studi kelayakan. Jika hasilnya bagus akan ditingkatkan,” tutur Kasrul.
Disisi lain lanjut Kasrul, coastal road merupakan bentuk dukungan pemprov dalam menunjang pemkot yang ingin membangun kota ini menghadap ke pantai atau Ambon water front city.
Disamping survei dilakukan, Kasrul juga memastikan, saat ini telah dilakukan pembicara terkait pembuatan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) Teluk Ambon, sehingga menjadi dasar bagi pembangunan selanjutnya.
“Pemprov dan Unpatti sudah pembuat AMDAL Teluk Ambon, supaya apapun pembangunan dalam Teluk Ambon kedepan sudah ada AMDAL. Kita juga akan membuat tim percepatan coastal road setelah hasil survei diterbitkan,” ucap Kasrul.
Mantan Sekda Maluku ini juga memastikan, gubernur telah mengingatkan semua stakeholder untuk memperhatikan kondisi lingkungan, sebab pembangunan yang berkelanjutan harus mendukung lingkungan yang tetap terjaga.(S-20)