SIWALIMA.id > Berita
Kota Ambon Diguncang Gempa 4.8
Daerah | Senin, 22 September 2025 pukul 23:23 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gempa bumi tektonik de­ngan magnitudo 4.8 meng­guncang Kota Ambon dan sekitarnya, Sabtu (20/9) sore.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro menjelaskan, gempa bumi yang terjadi pada pukul 15:54:15 WIT tersebut, ber­dasarkan hasil analisis me­nunjukkan, episenter gem­pa terletak pada koor­dinat 3.73 Lintang Selatan; 127.85 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 37 km Barat Ambon pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” tulis Kuncoro dalam rilisnya yang dite­rima Siwalima, Sabtu (20/9).

Gempa bumi ini kata Cipto, ber­dampak dan dirasakan di daerah Kota Ambon dengan skala inten­sitas III-IV MMI atau getaran di­rasakan nyata dalam rumah dan dirasakan oleh hampir semua penduduk dan  membuat banyak orang terbangun.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hingga pukul 16:08 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” jelas Kuncoro.

Walaupun demikian ia meng­him­bau masyarakat, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat diper­tanggungjawabkan kebenarannya serta hindari diri dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan ke­sta­bilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang di­sebarkan melalui kanal komuni­kasi resmi yang telah terverifikasi,” himbau Kuncoro.

Sebelumnya juga pada, Sabtu (20/9) pukul 11.16 WIT terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Seram Bagian Barat dengan magnitudo 3,5 yang berpusat pada kedalamam 20 kilometer.

Pusat gempa berada di titik koordinat 3.04 Lintang Selatan, 128.37 Bujur Timur dimana lokasi pusat gempa berada di darat 19 kilometer laut SBB.

Untuk diketahui, Maluku terma­suk kawasan rawan gempa, ka­rena berada pada pertemuan tiga lem­peng besar, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia. Dalam bebe­rapa tahun terakhir, wilayah Ambon dan sekitarnya kerap diguncang gempa dengan magnitudo mene­ngah hingga besar.

Bahkan, gempa yang terjadi pa­da, Sabtu (20/9), menurut penga­kuan sejumlah warga di Kota Ambon, mereka merasakan getaran cukup kuat selama beberapa detik, hingga banyak warga yang berada di bangunan bertingkat lari keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Karhutla 

Sementara itu BMKG juga me­nge­luarkan himbauan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada sejumlah wilayah di Maluku

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari menjelaskan, him­bauan ini dikeluarkan berdasarkan sistem analisis Karhutla.

“Berdasarkan fine fuel moisture code, menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terba­kar di lapisan atas permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terba­kar seperti humus, permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm,” tulis Ka­mari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Minggu. (21/9).

Menurutnya, secara umum ting­kat kemudahan terbakar pada lapi­san atas permukaan tanah di wila­yah Maluku berada pada kategori aman (low) dan tidak mudah (moderate). Sedangkan kategori mudah (high) dan sangat mudah (very high) di sebagian wilayah Kabu­paten SBB, KKT dan MBD.

Duff Moisture Code juga me­nunjukkan tingkat potensi kemu­dahan terjadinya kebakaran ditin­jau dari parameter cuaca pada ba­han organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, se­mak belukar berkayu) di permukaan tanah, secara umum tingkat ke­mudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (low) dan tidak mudah (moderate). Namun, diwilayah KKT dan MBD berada pada kategori sangat mudah (very high).

“Initial Spread Index menunjuk­kan tingkat kemudahan penye­baran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin, dimana nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin 13km/jam (3.6 m/s) sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang- alang, dimana penye­baran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelas Kemari

“Disarankan untuk berkoodinasi dengan kementrian, dinas dan lembaga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” himbau Kamari.

Pihaknya berharap, untuk peng­guna atau masyarakat disarankan melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini, untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah peng­guna. (S-25/S-27)

BERITA TERKAIT