WAKIL Ketua Komisi II DPRD Maluku, Suanthie Jhon Laipeny, mengapresiasi komitmen SKK Migas terkait rencana penerimaan tenaga kerja lokal untuk pekerjaan pengelasan pipa bawah laut pada proyek Blok Masela.
Menurut Laipeny, langkah Koordinator SKK Migas yang menyanggupi pembukaan penerimaan khusus bagi tenaga las bawah laut menjadi angin segar bagi masyarakat Maluku, khususnya di wilayah terdampak proyek strategis nasional tersebut.
“Kami mengapresiasi komitmen SKK Migas yang memberi ruang bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat langsung dalam pekerjaan pengelasan pipa bawah laut di Blok Masela. Ini peluang besar yang harus disambut serius,” ujar Laipeny, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Senin (2/3).
Ia menjelaskan, pekerjaan pengelasan pipa bawah laut memiliki tingkat risiko tinggi dan membutuhkan keahlian khusus. Karena itu, SKK Migas berencana membuka seleksi khusus untuk bidang tersebut, yang selanjutnya akan diikuti dengan pelatihan teknis bagi peserta yang dinyatakan lolos.
“Pekerjaan ini berisiko dan membutuhkan kompetensi khusus. Setelah seleksi, mereka yang memenuhi syarat akan diberikan pelatihan agar benar-benar siap bekerja sesuai standar keselamatan dan teknis yang ditetapkan,” jelasnya.
Laipeny menilai, kebijakan ini menunjukkan adanya keberpihakan terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Maluku di sektor migas.
Kendati demikian, ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku ini mengingatkan peluang tersebut tidak akan optimal jika tidak direspons dengan persiapan yang matang dari pemerintah daerah.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk segera menyiapkan SDM sejak dini.
“Kami minta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten seperti Tanimbar dan MBD, mulai menyiapkan SDM dari sekarang. Jangan menunggu program berjalan baru kita bergerak. Kita harus menjemput bola,” tegasnya.
Menurutnya, persiapan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan vokasi, sertifikasi keahlian, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan dan balai latihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri migas.
Laipeny berharap, dengan kesiapan yang baik, masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam proyek besar seperti Blok Masela, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi dan peningkatan kompetensi jangka panjang.
“Ini momentum penting. Jika SDM kita siap, maka peluang kerja dan transfer pengetahuan akan benar-benar dirasakan masyarakat Maluku,” pungkasnya.(S-26)