AMBON, Siwalimanews - Pemerintah Kota Ambon mamastikan akan melakukan penertiban terhadap para pedagang yang berjualan di Pasar Mardika.
Juru bicara pemkot yang juga Plt Kadis Diskominfo Ronald H Lekransy menegaskan, penertiban ini akan dilaksanakan pasca Idul Fitri dan ini masih terus dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Maluku, sambil dilakukan penyiapan langkah-langkah teknis dan administrasi.
“Soal penertiban pasar, telah ditegaskan oleh pak walikota pada setiap kesempatan dan juga saat memberikan arahan pada apel pagi, kemarin di balai Kota, bahwa penertiban akan dilakukan pasca Idul Fitri,” tulis Lekransi dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanew, Kamis (10/4).
Untuk menertibkan Pasar Mardika lanjut Lekransy, pemkot tidak duduk diam, namun berupaya agar semua pihak diuntungkan, sehingga tidak terjadi ketersinggungan antara berbagai pihak. Namun penting juga lakukan upaya-upaya persuasif dan humanis yang dibangun atas dasar kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.
"Walikota telah menegaskan, bahwa kebijakan penertiban itu adalah agenda penting, sebab merupakan salah satu program perioritas pemerintah dan harus dilakukan untuk kenyamanan dan ketertiban kota. Tidak ada tendensi lain yang kita inginkan, selain penataan pasar dan terminal yang rapih dan tidak ada lagi kemacetan di sepanjang jalur Mardika, dan kami yakin masyarakat akan mendukung langkah ini,” tulis Lekransy.
Lekransy mengaku, sebagaimana arahan walikota, sebelum penertiban dilakukan, ada hal-hal yang harus disiapkan oleh OPD terkait, dalam hal ini Disperindag agar dapat menyurati para pedagang dan menyampaikan himbauan serta pemberitahuan pelaksanaan penertiban, sehingga dapat dipastikan usai semua proses tersebut selesai dilakukan, maka walikota sendiri akan turun memimpin pelaksanaan penertiban.
“Pemberitaan yang memuat pernyataan bahwa walikota dan wakil walikota belum lakukan terobosan apa-apa sejak dilantik 20 Maret lalu, merupakan pernyataan yang tidak tepat, karena sejatinya sudah banyak hal yang dilaksanakan pasangan dengan jargon Beta Par Ambon ini. Saya yakin masyarakat dapat merasakannya, karena walikota dan wakil walikota juga buka ruang komunikasi terbuka untuk selesaikan semua hal yang dialami masyarakat,” tandas Lekransy.
Masih dalam rilis itu, Lekransy juga memaparkan, upaya membangun konsolidasi pegawai untuk memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Ambon, termasuk agenda-agenda bersama masyarakat untuk mengajak dan memotivasi semua pihak bersama-sama terlibat mendukung 17 program prioritas pemkot, untuk mendorong semangat membangun Ambon Par Samua juga telah dan selalu dilakukan kedua pimpinan kota ini.
Selain itu, ada juga langkah tegas walikota dan wakil walikota yang memimpin langsung paparan efisiensi anggaran OPD guna memastikan perencanaan program dan anggaran akan berorientasi pada kepentingan pelayanan masyarakat, sehingga dapat dipastikan akan ada banyak efisiensi yang dilakukan oleh pemkot menunjang program-program prioritas.
“Ada optimalisasi upaya penyelesaian sampah, penambahan armada angkut sampah, penebangan pohon yang mengancam keselamatan warga di sepanjang bahu jalan dan atau pada permukiman penduduk, penegakan parkiran liar dan pungli, pemasangan tambahan CCTV dan wifi di ruang publik, optimalisasi fungsi, pengelolaan ruang terbuka, serta upaya mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, dan masih banyak lagi hal lain,” beber Lekransy.
Lekransy juga menyampaikan, terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang senantiasa terlibat, dan mengingatkan pemerintah dalam upaya membangun Ambon yang lebih baik.(S-26)