SIWALIMA.id > Berita
Maluku Layak Jadi Pusat Industri Pengolahan Hasil Laut
Daerah | Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 22:25 WIT

AMBON, Siwalimanews – Sultan Pandu Cakra Kusuma Sultan Aji Tujuh, Sultan Pasir XVII, Sul­tan AMH Andrian Sulaiman me­nga­takan, potensi kelautan dan peri­kanan Maluku dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar global.

Maluku memiliki komoditas kelau­tan seperti tuna, cakalang, kerapu, dan rumput laut yang berlimpah.

“Maluku tidak hanya sebagai lumbung ikan nasional, tetapi juga pusat industri pengolahan hasil laut yang berdaya saing global,” kata Sul­tan saat Sarasehan Hili­risasi Sektor Kelautan dan Perikanan yang berlangsung di dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Rabu (1/10).

Ia juga menyebut kerja sama in­ternasional menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas pasar, menarik investasi, serta me­ningkatkan kesejahteraan masyara­kat.

Menurutnya, hubungan ekonomi antarnegara, baik bilateral, regional, maupun multilateral, membawa banyak manfaat bagi Maluku.

“Kerja sama internasional akan mempermudah ekspor-impor, mena­rik investor asing, memperluas pasar produk perikanan, serta membuka akses teknologi baru. Semua ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang luas,” pintanya.

Sultan mencontohkan beberapa bentuk kerja sama yang telah dija­lankan Indonesia, antara lain dengan Jepang di bidang perdagangan, de­ngan Jerman di bidang investasi dan teknologi, serta dengan Brasil dalam pengembangan energi dan pangan.

“Dengan dukungan pemerintah pu­sat, pemerintah provinsi, dan se­luruh pemangku kepentingan, saya berkomitmen mendorong realisasi kerja sama investasi dan pemasaran hasil laut Maluku, baik di pasar lokal, nasional, maupun internasional,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Ma­luku, Umar Alhabsi yang membaca­kan sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengaku peme­rintah provinsi komitmen mendo­rong hilirisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masya­rakat.

Rumput laut juga lanjutnya dipan­dang sebagai salah satu lokus uta­ma perekonomian daerah yang dapat memberi nilai tambah besar bagi Maluku.

“Maluku bukan hanya dikenal sebagai mutiara dari timur, tetapi juga sebagai lumbung ikan nasio­nal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, potensi perika­nan tangkap dan budidaya juga sa­ngat besar, mulai dari tuna, cakalang, kerapu hingga rumput laut.

“Tantangan kita adalah bagaimana mengelolanya secara bijak dan ber­kelanjutan,” kata gubernur.

Ia menegaskan, selama ini hasil laut Maluku masih terlalu sering di­jual dalam bentuk mentah sehi­ngga nilai ekonominya belum maksimal. Melalui hilirisasi, produk-produk olahan rumput laut dan hasil peri­kanan lainnya diyakini dapat men­dorong pertumbuhan industri, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Sementara itu Ketua Umum DPP IKMAMENA, Burhanudin Run­bouw, selaku panitia pelaksanaan kegiatan mengatakan pihaknya men­dukung hilirisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai kunci peningka­tan ekonomi Maluku, khususnya melalui pengembangan rumput laut.

Hal itu mengemuka dalam Sarase­han Hilirisasi Sektor Kelautan dan Peri­kanan yang digelar Dewan Peng­urus Pusat IKMAMENA, di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pro­vinsi Maluku, Rabu (1/10).

Menurutnya, potensi kelautan Maluku yang besar harus ditopang dengan penguatan sektor hilir, agar tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah. “Rumput laut harus menjadi lokus perekonomian Malu­ku. Dari laut untuk Maluku penuh berkah,” ujarnya.

Menurut Burhanudin, ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan kelautan dan perikanan. Pertama, penguatan nilai sosial dan demokrasi dalam tata kelola sumber daya laut.

Kedua, penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pengusaha lokal agar mampu bersaing dengan daerah lain. Ketiga, peningkatan kualitas budidaya agar produk perikanan dan kelautan Maluku memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Ia berharap forum tersebut men­jadi ruang diskusi untuk menyatukan visi antara masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat dalam mengelola kekayaan laut Maluku. “Maluku punya potensi besar, tetapi potensi saja tidak cukup. Diperlukan strategi hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. (S-25)

BERITA TERKAIT