AMBON, Siwalimanews – Sultan Pandu Cakra Kusuma Sultan Aji Tujuh, Sultan Pasir XVII, SulÂtan AMH Andrian Sulaiman meÂngaÂtakan, potensi kelautan dan periÂkanan Maluku dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar global.
Maluku memiliki komoditas kelauÂtan seperti tuna, cakalang, kerapu, dan rumput laut yang berlimpah.
âMaluku tidak hanya sebagai lumbung ikan nasional, tetapi juga pusat industri pengolahan hasil laut yang berdaya saing global,â kata SulÂtan saat Sarasehan HiliÂrisasi Sektor Kelautan dan Perikanan yang berlangsung di dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Rabu (1/10).
Ia juga menyebut kerja sama inÂternasional menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas pasar, menarik investasi, serta meÂningkatkan kesejahteraan masyaraÂkat.
Menurutnya, hubungan ekonomi antarnegara, baik bilateral, regional, maupun multilateral, membawa banyak manfaat bagi Maluku.
âKerja sama internasional akan mempermudah ekspor-impor, menaÂrik investor asing, memperluas pasar produk perikanan, serta membuka akses teknologi baru. Semua ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang luas,â pintanya.
Sultan mencontohkan beberapa bentuk kerja sama yang telah dijaÂlankan Indonesia, antara lain dengan Jepang di bidang perdagangan, deÂngan Jerman di bidang investasi dan teknologi, serta dengan Brasil dalam pengembangan energi dan pangan.
âDengan dukungan pemerintah puÂsat, pemerintah provinsi, dan seÂluruh pemangku kepentingan, saya berkomitmen mendorong realisasi kerja sama investasi dan pemasaran hasil laut Maluku, baik di pasar lokal, nasional, maupun internasional,â harapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda MaÂluku, Umar Alhabsi yang membacaÂkan sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengaku pemeÂrintah provinsi komitmen mendoÂrong hilirisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyaÂrakat.
Rumput laut juga lanjutnya dipanÂdang sebagai salah satu lokus utaÂma perekonomian daerah yang dapat memberi nilai tambah besar bagi Maluku.
âMaluku bukan hanya dikenal sebagai mutiara dari timur, tetapi juga sebagai lumbung ikan nasioÂnal,â jelasnya.
Tidak hanya itu, potensi perikaÂnan tangkap dan budidaya juga saÂngat besar, mulai dari tuna, cakalang, kerapu hingga rumput laut.
âTantangan kita adalah bagaimana mengelolanya secara bijak dan berÂkelanjutan,â kata gubernur.
Ia menegaskan, selama ini hasil laut Maluku masih terlalu sering diÂjual dalam bentuk mentah sehiÂngga nilai ekonominya belum maksimal. Melalui hilirisasi, produk-produk olahan rumput laut dan hasil periÂkanan lainnya diyakini dapat menÂdorong pertumbuhan industri, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Sementara itu Ketua Umum DPP IKMAMENA, Burhanudin RunÂbouw, selaku panitia pelaksanaan kegiatan mengatakan pihaknya menÂdukung hilirisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai kunci peningkaÂtan ekonomi Maluku, khususnya melalui pengembangan rumput laut.
Hal itu mengemuka dalam SaraseÂhan Hilirisasi Sektor Kelautan dan PeriÂkanan yang digelar Dewan PengÂurus Pusat IKMAMENA, di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan ProÂvinsi Maluku, Rabu (1/10).
Menurutnya, potensi kelautan Maluku yang besar harus ditopang dengan penguatan sektor hilir, agar tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah. âRumput laut harus menjadi lokus perekonomian MaluÂku. Dari laut untuk Maluku penuh berkah,â ujarnya.
Menurut Burhanudin, ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan kelautan dan perikanan. Pertama, penguatan nilai sosial dan demokrasi dalam tata kelola sumber daya laut.
Kedua, penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pengusaha lokal agar mampu bersaing dengan daerah lain. Ketiga, peningkatan kualitas budidaya agar produk perikanan dan kelautan Maluku memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Ia berharap forum tersebut menÂjadi ruang diskusi untuk menyatukan visi antara masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat dalam mengelola kekayaan laut Maluku. âMaluku punya potensi besar, tetapi potensi saja tidak cukup. Diperlukan strategi hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat,â katanya. (S-25)