SIWALIMA.id > Berita
Menkes Beberkan Capaian Kinerja Satu Tahun Terakhir
Daerah | Kamis, 13 November 2025 pukul 15:42 WIT

AMBON, Siwalima.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeber­kan keberhasilan dalam setahun terakhir di bidang kesehatan.

Dalam kurun satu tahun terakhir, tiga program hasil terbaik dan cepat yang dicetus Presiden di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Bahkan empat tahun terakhir, kita telah menapaki transformasi kesehatan Indonesia sebagai pondasi menuju masa depan dimana fokus kita bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang sehat tetap sehat,” katan menkes dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Maluku, Djalaludin Salampessy pada perayaan ke-61 Hari Kesehatan Nasional di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (12/11).

Ia menjelaskan lebih dari 52 juta orang menyadari pentingnya deteksi dini penyakit dengan mengikuti cek kesehatan gratis, yang juga berdampak pada peni­-ng­katan cakupan skrining TB hingga menjangkau lebih dari 20 juta orang.

Sejalan dengan upaya pence­ga­han tersebut, pembangunan dan pe­ningkatan RS terus berjalan di ber­bagal pelosok negeri, demi me­wujudkan kualitas layanan kese­hatan yang merata dimana pada tahun 2025 terdapat 32 dari 66 lokus peningkatan RSUD berjalan sesuai target. “Capaian enam pilar trans­for­masi kesehatan menunjukkan buk­ti nyata kerja keras dan kola­borasi seluruh insan kesehatan Indonesia, ungkapnya.

Olehnya itu di peringatan HKN ke-61, harus dijadikan momentum refleksi atas capaian strategis yang telah diraih bersama, sekaligus ajakan untuk terus melanjutkan gerakan bersama ini.

“Saya berharap, seluruh pegawai dan pejabat pemerintah dapat melakukan gerakan perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel dan selaras dalam mengawal dan menyukseskan transformasi kese­hatan,” harapnya.

Ia menambah perjalanan me­nuju Indonesia sehat adalah perjalanan panjang, menantang dan penuh harapan tetapi dengan tekad dan kerja sama yang baik akan sampai pada tujuan mewujudkan generasi sehat yang menjadi fondasi masa depan bangsa yang hebat.

Untuk itu ia meminta semua stakeholder termasuk di Maluku untuk terus berkolaborasi menuju transformasi kesehatan.

Puskesmas Geser Gelar Baksos

Dalam rangka memperingati hari ke­sehatan nasional, Puskes­mas Ge­ser, Kecamatan Seram Timur juga me­nggelar bakti sosial dan pe­me­riksaan kesehatan gratis bagi warga.

Kepala Puskesmas Geser Boki Ru­monin kepada Siwalima, Rabu. (12/11) mengungkapkan kegiatan HKN  dirangkai dengan jalan santai de­­ngan melibatkan lintas sektor mau­pun para siswa untuk mera­maikan

Ia mengaku, untuk kegiatan bak­sos dan pemeriksaan kesehatan gratis golongan darah sekitar 500 masyarakat, sunatan massal se­kitar 45 warga sudah terdaftar secara gratis “Kita lakukan Deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA untuk mengetahui apakah ada kanker mulut rahim atau tidak. Didalam pengobatan massal ada pemeriksaan tuberculosis, dan penyakit tidak menular bagi pasien seperti Hipertensi dan TM. Kantong (kita) screaming bagi masyarakat kalau ada penyakit bisa tahu,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, di posyan­du yang sebelumnya hanya difo­kuskan bagi bayi balita dan Ibu hamil sekarang sudah lakukan preventif atau pencegahan setiap hari.

“Saat ini kita di Puskesmas Ge­ser melakukan pemeriksaan kese­hatan mengutamakan pencega­han dan rehabilitatif. Kita sudah la­kukan di posyandu dan puskes­mas setiap bulan diperuntukkan semua masyarakat bukan untuk siklus usianya,” ujarnya.

Gelar Aksi Donor Darah

Sementara itu di RSUD Cende­rawasih Dobo, digelar aksi donor darah menjelang peringatan HUT Hari Kesehatan Nasional.

Direktur RSUD Cenderawasih Dobo, Marthin Haurissa saat dikon­fir­masi wartawan, Rabu (12/11)  di­sela-sela aksi donor darah di lapa­ngan upacara kantor Bupati Aru me­ngatakan, kegiatan amal ini bertu­juan membantu menyediakan darah bagi pasien yang membutuhkan pada saat masa kritis. “Aksi donor darah dalam bentuk aksi amal ini dilakukan sebagai ben­tuk kita menyiapkan keterse­diaan darah bagi pasien yang membutuhkan ketika kritis,” ungkapnya.

Kondisi ini kadang terjadi saat pasien dalam kondisi kritis sulit untuk mendapatkan darah atau pendonor. Dengan aksi amal donor darah ini, diharapkan dapat membantu RSUD dalam keter-sediaan darah. (S-20/S-27/S-11) 

BERITA TERKAIT