AMBON, Siwalima.id - Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar menyebut Ascart Modified Expo yang berlangsung di Kota Ambon beberapa waktu lalu sukses besar.
Panitia juga menggandeng puluhan pelaku UMKM, termasuk kelompok angkatan muda di sekitar lokasi kegiatan untuk berpartisipasi dalam festival otomotif terbesar di Maluku tersebut.
Event ini menghadirkan deretan mobil dan motor modifikasi ekstrim, dentuman sound system, hingga parade komunitas kreatif dari berbagai daerah.
“AMX 2026 bukan sekadar ajang pamer kendaraan modifikasi, tetapi langkah besar menjadikan Ambon sebagai pusat industri kreatif otomotif di Indonesia Timur, kata Moenandar kepada wartawan kemarin.
Ia menjelaskan event ini juga menjadi momentum menunjukkan Ambon punya potensi besar di dunia otomotif dan ekonomi kreatif
Event ini juga lanjutnya sudah dua kali dilaksanakan dimana sebelumnya dikenal dengan nama Ascart Autofest.
“Tahun ini, konsep kegiatan dibuat jauh lebih besar dengan melibatkan ratusan peserta dari Ambon, Maluku Tengah hingga luar Maluku, ungkapnya.
Kegiatan yang dibuka Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa itu berlangsung selama dua hari, 16–17 Mei 2026, dan menghadirkan beragam kompetisi bergengsi.
Mulai dari kontes modifikasi mobil dan motor berbagai kategori, kompetisi sound system (SPL), balap Tamiya, lomba fotografi, live music, penampilan artis lokal hingga bazar UMKM yang dipadati pengunjung sejak hari pertama.
Antusiasme peserta bahkan datang dari luar Maluku. Salah satu peserta asal Papua rela membawa perlengkapan sound system lengkap demi ikut bertarung di ajang AMX 2026.
"Ada peserta dari Papua datang khusus ikut lomba SPL. Ini membuktikan AMX mulai dikenal luas dan punya daya tarik nasional," terangnya.
Tak hanya menjadi panggung pecinta otomotif, AMX 2026 juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sekitar 20 pelaku UMKM dilibatkan dalam event tersebut, termasuk kelompok Angkatan Muda di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, pemilihan Taman Budaya Karang Panjang sebagai lokasi acara juga dilakukan untuk menghindari kepadatan lalu-lintas di pusat kota sekaligus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
"Kita ingin event ini bukan cuma ramai, tapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada warga," katanya.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia mendatangkan juri profesional dari luar daerah. Juri kategori mobil berasal dari Makassar, motor dari Surabaya, sementara kategori sound system didatangkan dari Manado.
"Penilaian dilakukan profesional sesuai standar nasional. Tidak ada titipan juara," tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan 152 piala lengkap dengan hadiah jutaan rupiah. Seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat penghargaan, baik pemenang maupun non pemenang. AMX turut didukung sejumlah sponsor besar.
Ia berharap Ambon ke depan tidak hanya dikenal sebagai kota musik dan wisata, tetapi juga tumbuh menjadi kota kreatif dengan industri otomotif yang maju, modern dan mampu bersaing di level nasional.(S-10)