AMBON, Siwalima.id - Operasi pencarian nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Roni Fatubun (40) resmi ditutup.
Korban dilaporkan hilang sejak Sabtu (11/4) ketika melaut di perairan sekitar Desa Wahai namun tidak kunjung kembali.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah, dalam rilis resmi yang diterima Siwalima, Selasa (14/4) menjelaskan kalau setelah mendapat laporan tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Ia mengakui pencairan dilakukan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) menuju sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
Namun, sekitar satu jam kemudian, tim menerima informasi dari Kapolsek Wahai korban telah ditemukan oleh nelayan di sekitar Perairan Desa Yelu, Pulau Miso.
“Korban dalam kondisi selamat dalam kondisi lemas bersama longboat miliknya. Sekarang sudah dievakuasi warga ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol untuk mendapatkan perawatan,” terang Arafah.
Kini korban sudah dievakuasi ke bersama keluarga ke di Dusun Parigi pada pukul 17.00 WIT dengan selamat.
Dijelaskan, operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur potensi SAR, di antaranya Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan sejumlah alat utama seperti RIB USS Bula dan longboat milik warga.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan bera-wan, dengan angin bertiup dari utara ke timur laut dengan kecepatan sekitar 19 knot, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi dalam misi kemanusiaan tersebut, ucapnya. (S-10)