SIWALIMA.id > Berita
Pelayanan Publik di Negeri Passo Dikritik
Daerah | Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 22:26 WIT

AMBON, Siwalimanews – Pelayanan publik di kantor Pe­merintah Desa Passo menuai kritik karena hampir pukul  09.00 WIT belum ada aktivitas pegawai.

Berdasarkan pantauan Siwalima, Rabu (15/10) sekitar pukul 08.40–08.48 WIT, pintu Kantor Negeri Passo masih tertutup rapat. Tidak terlihat satupun aparatur negeri yang bertugas di lokasi.

Di depan kantor, sejumlah maha­siswa yang mungkin hendak mela­kukan pengurusan, juga terlihat menunggu.

Salah seorang warga yang dike­tahui merupakan Ketua RT di Negeri Passo juga tampak berada di depan kantor dengan membawa map dokumen.

Ia mengaku sudah menunggu sejak beberapa menit, namun kantor belum dibuka. “Iya, kantor belum buka,” ujar Ketua RT itu singkat saat ditemui di lokasi.

Saat ditanya siapa KPN dan Sek­des Negeri Passo, Ketua RT itu juga menyebutkannya.

Hal senada disampaikan beberapa mahasiswa yang juga menunggu pelayanan di kantor tersebut.

“Iya kantornya belum buka,” ujar para mahasiswa saat ditanya soal kantor Negeri yang belum ada akti­vitas pelayanan.

Sebelumnya,  terkait belum dibu­ka­nya pelayanan pada kantor Negeri Passo, telah dilaporkan langsung war­tawan Siwalima kepada Wali­kota Ambon.

Walikota kemudian langsung menegur Penjabat KPN Negeri Passo, Ivan Pattinama.

“Cilaka. Beta sudah tegur KPN,” ujar Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, via pesan whatsApp.

Teguran Walikota itu lantas dibalas oleh Sekdes Negeri Passo, Si­mona Tomaluweng dengan mema­rahi warga yang adalah wartawan Siwalima bernama Waty, yang hendak kembali pada pukul 11.46 WIT, untuk melakukan pengurusan di kantor tersebut.

Didepan semua staf Kantor Negeri Passo, dengan angkuhnya sang Sek­des mengaku kesal karena dite­gur pimpinan tertinggi di Kota Ambon. “Ibu yang lapor katong ke Wali ka. Ibu seng boleh begitu, katong  disini samua cari nafkah. ibu seng boleh lapor begitu. lagian ibu kanapa datang seng tunggu saja. ibu su kasih viral katong. Seng pernah ada yang datang lalu bikin katong bagini. Katong disini kan semua punya keluarga di rumah,” ung­kapnya.

Selain itu sekdes mengaku kesal karena yang melapor bukan warga Negeri Passo. “Ibu dari mana, ibu bukan warga Passo,” tanya sekdes lagi sehingga memicu perdebatan.

Diketahui, keterlambatan jam buka kantor pelayanan publik di Kota Ambon bukan hal baru. Sebelum­nya, keluhan serupa juga sempat viral di media sosial setelah seorang warga Kelurahan Ahusen, Kecama­tan Sirimau, merekam kondisi kantor kelurahan yang masih tutup pada pukul 08.30 WIT, Rabu (23/7).

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, warga mengeluhkan pela­yanan publik yang tidak disiplin.

“Jam setengah sembilan kantor lurah masih tertutup rapat. Ini model ASN bagaimana?” ujar warga dalam rekaman itu. (S-25)

BERITA TERKAIT