SIWALIMA.id > Berita
Pembangunan Rumah Subsidi di SBT Terancam Batal
Daerah | Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 19:21 WIT

BULA, Siwalimanews – Rencana pembangunan rumah subsidi bagi para ASN sebanyak 200 unit terancam batal karena Pemkab Seram Bagian Timur belum temukan lahan.

Padahal Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah selesai di tahun 2026 termasuk di Maluku khususnya SBT.

Pelaksana Tugas Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman SBT, Mustafa Korwaka membenarkan kalau pihaknya sementara mencari lahan.

“Hingga saat ini masih mencari lahan untuk membangun rumah subsidi bagi ASN,” ujarnya ketika dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, Kamis. (9/10).

Ia menyebut pemerintah pusat, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memberikan batas waktu hanya tiga bulan kedepan harus menyelesaikan rumah subsidi.

“Kemarin kita sudah melakukan peninjauan terhadap lokasi mungkin dalam waktu dekat ditindaklanjuti. Memang sudah ada lahan yang dari pemerintah daerah. Ada pengembangan, tinggal nanti katong lihat mana yang terbaik untuk kita cepat segera bangun,” ungkapnya.

Dikatakan waktu hanya tersisa dua bulan ke depan ini, ia berharap bisa membangun 100 unit dari total 200 kuota yang diberikan.

Selain itu pihaknya juga terus mengebut penyelesaian administrasi bagi ASN yang akan menempati rumah subsidi.

“Yang sudah daftar hampir 280 orang yang berkeinginan untuk dapat karena memang rumah subsidi ini murah,” ujarnya.

Disebutkan lokasi pembangunan rumah subsidi yang ditinjau seperti yakni Bula Air, dan belakang Rusun tempat di Gumumae.

Menurutnya belakang rusun merupakan lokasi strategis, untuk pengembangan perumahan.

“Ini dekat dengan tempat wisata dan pelabuhan serta pendidikan, mungkin itu menjadi prioritas kita supaya menjadi lahan untuk proses rumah layak huni ini ke depan,” janjinya.

Ia menyebutkan dua lokasi tersebut juga milik pemerintah daerah hanya saja lahan di pemda ini kita masih butuh proses sertifikat untuk masing-masing pemilik nantinya. (S-27)

BERITA TERKAIT