SIWALIMA.id > Berita
Pemkot Kucurkan Dana Segar ke Perumdam Tirta Yapono
Daerah | Rabu, 12 November 2025 pukul 15:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pasca ditetapkan perda penyertaan modal daerah oleh DPRD, Pemerintah Kota Ambon mengucurkan dana segar ke Perumdam Tirta Yapono senilai Rp.2.250.000.000.

Dengan sumber dana yang berasal dari APBD ini diharapkan kedepan perusahaan plat merah milik Pemkot Ambon dapat melakukan pelayanan air minum lebih baik lagi.

Sebelum ditetapkan menjadi perda, sejumlah fraksi dalam rapat paripurna yang berlangsung di aula utama DPRD Kota Ambon, Selasa (11/11) memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah khususnya perumda. 

Kata akhir Fraksi Perindo yang dibacakan Samsudin meminta agar penyertaan modal kepada Perumdam Tirta Yapono dilaksanakan dengan memperhatikan APBD.

Selain itu juga harus berdasarkan analisis kelayakan, analisis portofolio dan analisis resiko serta rutin melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyertaan modal.

“Dengan ditetapkannya perda, diharapkan Pemerintah Kota Ambon, melalui OPD terkait sesegera mungkin melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait, untuk mengoptimalkan pelaksanan perda dimaksud,” pinta Samsudin.

Lanjutnya, ia juga meminta untuk mengoptimalkan pelaksanaan perda tersebut pemerintah perlu membuat sebuah peraturan atau keputusan walikota sebagai penjabaran dalam pelaksanaan perda itu sendiri.

“Secara esensial, perda ini memuat berbagai pokok-pokok pikiran yang pada gilirannya akan menjadi pedoman dan payung hukum bagi Pemerintah dalam penyelenggaraan tugasnya sehingga dapat berkontribusi positif bagi target-target pemba­ngunan, untuk itu perlu dipertegas lewat perwali, “ usulnya.

Usai menyampaikan kata akhir fraksi DPRD selanjutnya melakukan penetapan ranperda Penyertaan Modal tersebut menjadi Perda.

Segera Nikmati Air Bersih

Sebelumnya diberitakan, janji kampanye Walikota Ambon, Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota, Ely Toisuta di tahun pertama kepemimpinan mulai terasa oleh masyarakat di Kota Ambon.

Salah satu program yang digenjot pemerintah saat ini yakni pemerataan akses air bersih ke seluruh warga. Dan saat ini pengerjaan sambungan pipa dilakukan untuk kawasan Kudamati Atas dan Keisya. 

Dua wilayah ini sejak puluhan tahun kesulitan mendapatkan air bersih yang layak, namun harapan itu akan terwujud di akhir bulan November.

 “Persoalan air bersih di kawasan Kudamati Atas dan Keisya segera teratasi melalui pengembangan jaringan pipa distribusi baru,” jelas Direktur Perumdam Tirta Yapono, Pieter Saimima di Ambon Senin (10/11).

Ia menyebut tim telah menerjunkan untuk mengerjakan pengembangan jaringan pipa sepanjang empat km yang akan mengaliri dua kawasan itu.

“Hari ini tim sudah mulai bekerja. Jangkauannya empat kilometer dan akan mengaliri warga di Kudamati Atas dan Keisya,” ujar Saimima.

Menurutnya proyek tersebut menjadi titik kelima dari enam lokasi yang ditargetkan rampung sampai akhir 2025.

Sedangkan ada beberapa titik sebelumnya yang telah selesai antara lain Waimahu, Tahola, Passo, dan Halong Atas.

“Di Benteng Karang itu kerja sama kami dengan Dinas PUPR Ambon. Target kami tahun ini enam titik diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Perumdam Tirta Yapono berkomitmen mendukung program prioritas Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam penyediaan layanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat.

Pengerjaan jaringan pipa di Kudamati Atas dan Keisya ditargetkan selesai pada 17 November dan akan diresmikan langsung oleh Walikota.

“Kita targetkan di pekan ketiga bulan ini pengerjaannya sudah selesai,” ujarnya.

Setelah beroperasi, jaringan tersebut diperkirakan dapat mela­-yani 200 hingga 300 kepala keluar­-ga di dua kawasan itu. Lanjutnya jika jaringan di Benteng Karang juga rampung maka jumlah pelanggan yang terlayani akan bertambah sekitar 500-600 KK.

“Kalau beli air lewat truk, warga bisa menghabiskan sampai 1 juta per bulan. Sementara lewat BUMD Tirta Yapono, paling tinggi hanya sekitar 200 ribu,” jelasnya.

Untuk itu ia berharap persoalan air bersih di Kota Ambon dapat teratasi hingga tahun 2030 mendatang. “Kami targetkan di tahun 2030 tidak ada lagi warga Ambon yang kesulitan mendapat­kan air bersih,” tutupnya. (S-10)

BERITA TERKAIT