SIWALIMA.id > Berita
Pemkot Perkuat SDM Aparatur Pengelola Bumdes
Daerah | Rabu, 25 Februari 2026 pukul 13:44 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon memperkuat sumber daya manusia untuk aparatur pengelola BUMDes.

Pengelolaan BUMDes tidak cukup hanya dengan penyertaan modal, baik dari desa, masyarakat maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

“Diperlukan kesiapan kelembaga­an yang kuat, dasar hu­kum dan legalitas yang jelas, SDM yang jujur, kompeten dan profesional, serta perencanaan usaha yang matang berbasis potensi desa,” jelas wali­kota dalam sambutan yang dibaca­kan Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta ketika membuka workshop bertajuk “Business Feasibility Boot­camp untuk BUMDes” yang ber­langsung di salah satu hotel di Ambon, Selasa (24/2).

Dikatakan BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi, menyediakan jasa pelayanan, serta menjalankan berbagai jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

 Untuk itu diharapkan melalui kegiatan ini pemerintah berharap selain memperkuat kapasitas penge­lola BUMDes juga agar pengurus dapat menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur, profesional dan berorientasi pada keberlanjutan

Ia menegaskan, di tengah dinamika dan persaingan ekonomi saat ini, BUMDes dituntut tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga memastikan setiap unit usaha yang dikembangkan benar-benar layak secara finansial, operasional, dan pasar.

Pemerintah Kota Ambon juga ber­harap para peserta dapat memahami pentingnya studi kelayakan bisnis, mulai dari analisis pasar, aspek teknis, aspek keuangan, hingga manajemen risiko.

Dengan demikian, BUMDes mampu mengambil keputusan usaha yang tepat, meminimalkan risiko kerugian, serta memaksi­malkan potensi desa demi pening­ka­tan kesejahteraan masyarakat.

Workshop ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama antara BUMDes dan pihak ketiga.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa,” tegasnya.

Wawali juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebijakan Publik (INDEP) sebagai penyelenggara kegiatan.

Sementara itu, Ketua Umum INDEP, Baretha. M. Titioka menambahkan pihaknya beberapa kali bekerja sama dengan Pemkot amon dalam kegiatan riset dan pengabdian masyarakat, termasuk penyusunan masterplan penanggulangan kemiskinan dan kajian sektor transportasi.

Workshop ini dirancang sebagai laboratorium praktik selama dua hari, 24–25 Februari 2026, dengan metode bootcamp intensif yang menggabungkan paparan interaktif, studi kasus, hingga simulasi bisnis.

“Banyak kegagalan BUMDes bukan karena kurang modal, tetapi karena ketiadaan kepemimpinan strategis dan perencanaan bisnis yang matang,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap para peserta tidak hanya membawa sertifikat, tetapi juga membawa dokumen perencanaan usaha yang siap dieksekusi.(Mg-1)

BERITA TERKAIT